PSPK – 07 Maret 2026 | Bandara Internasional Dubai, yang merupakan bandara tersibuk dunia untuk penerbangan internasional, mulai melayani sebagian penerbangan pada Sabtu, 7 Maret, setelah sebelumnya dihentikan secara sementara akibat insiden keamanan di wilayah udara sekitarnya.
Pada hari sebelumnya, otoritas bandara mengumumkan penangguhan operasi setelah terdengar ledakan keras dan asap tebal di dekat fasilitas, yang dikaitkan dengan pencegatan udara terhadap sebuah objek di kawasan tersebut. Saksi mata melaporkan bunyi ledakan diikuti asap yang menyebar, sementara pelacakan penerbangan menunjukkan beberapa pesawat berputar di atas area bandara.
Dalam unggahan resmi di media sosial, pihak bandara meminta penumpang untuk tidak datang ke terminal kecuali sudah menerima konfirmasi langsung dari maskapai, mengingat jadwal penerbangan masih dapat berubah sewaktu‑waktu.
- Empat karyawan bandara dilaporkan terluka pada insiden tersebut, dan satu terminal mengalami kerusakan ringan.
- Pemerintah Dubai menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan “insiden kecil akibat jatuhnya puing‑puing setelah pencegatan”, tanpa ada korban jiwa.
- Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menolak informasi yang beredar di media sosial terkait insiden di bandara, namun menegaskan bahwa pertahanan udara sedang menangani ancaman rudal dan drone yang berasal dari Iran.
Maskapai Emirates, yang merupakan operator penerbangan terbesar di kawasan, sempat menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Dubai pada Sabtu, namun kemudian memperbarui status operasionalnya. Emirates menyatakan bahwa penumpang yang sudah memiliki konfirmasi penerbangan sore dapat menuju bandara, termasuk mereka yang melakukan transit, selama penerbangan lanjutan juga beroperasi.
Penerbangan dari bandara utama Dubai secara bertahap kembali beroperasi pada Senin, meskipun serangan drone harian masih dilaporkan menargetkan wilayah Uni Emirat Arab. Insiden serupa juga terjadi di bandara Abu Dhabi, kawasan Palm Jumeirah, dan hotel Burj Al Arab. Selain itu, puing‑puing drone menyebabkan kebakaran di konsulat Amerika Serikat di Dubai pada Selasa.
Situasi keamanan di wilayah tersebut terus dipantau oleh otoritas penerbangan dan pertahanan. Emirates menegaskan bahwa mereka akan menyesuaikan jadwal operasional sesuai perkembangan situasi, dan penumpang diharapkan tetap mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan bandara.












