PSPK – 02 Maret 2026 | Indonesia kembali diguncang oleh serangkaian aktivitas seismik pada 1 Maret 2026. Pada pukul 10.52 WIB, gempa magnitude 4,8 (dikoreksi menjadi 4,7) berpusat di laut sebelah selatan Kuta, Bali. Gempa tersebut dirasakan kuat di kawasan wisata utama seperti Kuta, Denpasar, Gianyar, dan Badung, namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan maupun korban jiwa.
Detail Gempa di Bali
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah III Denpasar, pusat gempa berada sekitar 60 km tenggara Kuta Selatan dengan kedalaman kurang dari 50 km, tergolong gempa dangkal. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Warga dilaporkan merasakan getaran nyata di dalam rumah, barang ringan bergoyang, dan beberapa orang sempat berhamburan keluar gedung.
- Magnitudo: 4,8 (dikoreksi 4,7)
- Waktu: 10.52 WIB (11.52 WITA)
- Kedalaman: < 50 km
- Status Tsunami: Tidak berpotensi
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari penyebaran hoaks, serta memeriksa kondisi bangunan yang mungkin mengalami retak. Warga juga disarankan memantau aplikasi resmi BMKG atau akun @infoBMKG untuk informasi real‑time dan potensi gempa susulan.
Gempa Magnitudo 5,6 di Toli‑Toli, Sulawesi Tengah
Pada hari yang sama, BMKG mencatat gempa magnitude 5,6 di wilayah Toli‑Toli, Sulawesi Tengah. Gempa ini berpusat di laut dan dirasakan kuat oleh penduduk setempat. Kedalaman belum dipublikasikan secara detail, namun potensi kerusakan sedang dipantau secara intensif.
Selain Toli‑Toli, BMKG juga melaporkan gempa‑gempa berukuran lebih kecil di beberapa daerah lain:
| Lokasi | Magnitudo | Keterangan |
|---|---|---|
| Tahuna, Kepulauan Sangihe | 4,1 – 4,8 | Berpusat di laut, guncangan terasa di pesisir |
| Sumbawa, NTB | 3,0 | Gempa dangkal di laut |
| Pacitan, Jawa Timur | 2,6 | Gempa tektonik lokal, getaran kecil |
| Pesisir Barat, Lampung | – | Laporan warga merasakan guncangan ringan |
BMKG mengingatkan bahwa gempa dengan magnitudo di atas 5,0 biasanya diikuti oleh aftershock. Masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah diminta untuk memeriksa keamanan bangunan dan menghindari daerah yang berpotensi longsor.
Gempa M4,4 di Sumba Timur, NTT
Di bagian timur Indonesia, Kabupaten Sumba Timur mengalami gempa magnitude 4,4 pada pukul 07:25 WIB. Episenter berada di darat, sekitar 26 km tenggara Lewa, dengan kedalaman 32 km. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena berpusat di darat. Intensitas dirasakan pada skala IV MMI, namun belum ada laporan kerusakan bangunan.
Petugas geofisika menambahkan bahwa hingga 07:58 WIB belum terdeteksi gempa susulan. Warga di Sumba Timur diimbau tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi.
Reaksi dan Tindakan Pemerintah
Seluruh aparat daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan otoritas setempat, telah melakukan koordinasi lapangan. Tim inspeksi sedang memeriksa struktur bangunan di area yang dilaporkan mengalami getaran kuat, khususnya di kawasan pariwisata Bali yang menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menegaskan pentingnya penggunaan aplikasi resmi BMKG untuk memperoleh data gempa secara akurat. Upaya edukasi tentang prosedur evakuasi dan perlindungan diri saat gempa juga terus digalakkan melalui media sosial dan kanal komunikasi pemerintah.
Kesimpulan
Serangkaian gempa yang terjadi pada 1 Maret 2026 menegaskan kembali kerentanan Indonesia terhadap aktivitas tektonik. Gempa di Bali meski berukuran moderat tidak menimbulkan tsunami, namun menimbulkan kepanikan sementara. Sementara itu, gempa magnitude 5,6 di Toli‑Toli dan 4,4 di Sumba Timur memperlihatkan pola sebaran yang luas di seluruh kepulauan. BMKG dan otoritas terkait terus memantau situasi, memberikan informasi resmi, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti prosedur keselamatan gempa.












