Project Seru Penuh Kejutan

Alibaba Gandeng Huawei, Chip AI Baru Jadi Kunci Penurunan Saham dan Peluang Investasi

March 27, 2026 • 0 Views
Alibaba Gandeng Huawei, Chip AI Baru Jadi Kunci Penurunan Saham dan Peluang Investasi
Alibaba Gandeng Huawei, Chip AI Baru Jadi Kunci Penurunan Saham dan Peluang Investasi

PSPK – 27 Maret 2026 | Alibaba Group, raksasa e‑commerce Tiongkok, kembali menjadi sorotan pasar setelah mengumumkan rencana pemesanan chip AI generasi terbaru dari Huawei. Chip 950PR yang dirancang untuk menyaingi Nvidia di pasar domestik diyakini akan menjadi tulang punggung strategi AI Alibaba, sekaligus menambah tekanan pada kinerja keuangan perusahaan yang belakangan ini mengalami penurunan signifikan.

Huawei Luncurkan Chip AI 950PR

Huawei mengungkapkan bahwa chip AI baru, 950PR, sudah memasuki tahap produksi massal. Menurut dua orang yang familiar dengan rencana tersebut, perusahaan berencana mengirimkan sekitar 750.000 unit chip ini dalam tahun 2026, dengan produksi massal dimulai bulan depan dan pengiriman penuh pada paruh kedua tahun ini. Chip ini menawarkan kompatibilitas yang lebih baik dengan perangkat lunak CUDA milik Nvidia serta peningkatan kecepatan respons, meski peningkatan daya komputasi mentah dibandingkan model sebelumnya, Ascend 910C, masih tergolong marginal.

Harga chip 950PR diperkirakan sekitar 50.000 yuan (sekitar US$6.900) per kartu, sementara versi premium yang menggunakan memori HBM dipatok pada 70.000 yuan. Perubahan signifikan terletak pada dukungan memori DDR tradisional yang memudahkan integrasi dengan infrastruktur yang sudah ada di perusahaan teknologi China.

Alibaba dan ByteDance Siap Pesan

Sumber internal mengonfirmasi bahwa Alibaba serta ByteDance, pemilik TikTok, telah menyiapkan pesanan untuk chip 950PR. Kedua perusahaan mengincar penggunaan chip ini secara luas, terutama dalam beban kerja inference, yaitu menjalankan model AI yang telah dilatih untuk menjawab pertanyaan atau mengeksekusi tugas secara real‑time. Permintaan inference di China sedang melonjak seiring pergeseran fokus sektor teknologi dari pengembangan model ke penerapan praktis, dipicu oleh adopsi cepat agen AI open‑source seperti OpenClaw.

Dengan kemampuan integrasi yang lebih mudah ke dalam ekosistem CUDA, para pengembang di Alibaba dapat memigrasikan model AI yang sebelumnya dibangun di atas platform Nvidia tanpa harus melakukan rekayasa ulang yang signifikan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat peluncuran layanan AI baru, termasuk rekomendasi produk, chatbot, dan analisis data konsumen yang lebih canggih.

Dampak pada Harga Saham Alibaba

Sementara langkah strategis di bidang teknologi menunjukkan ambisi jangka panjang, pasar saham Alibaba menampilkan tren menurun. Pada awal 2026, saham Alibaba turun sekitar 15% dibandingkan nilai tertinggi tahun sebelumnya. Analisis terbaru menurunkan target harga saham Alibaba menjadi US$170, mencerminkan tekanan dari belanja AI yang tinggi yang menurunkan profitabilitas perusahaan hingga 67% tahun lalu.

Penurunan profit ini sebagian besar disebabkan oleh investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI, termasuk pembelian server, lisensi perangkat lunak, dan kini, chip AI Huawei. Meskipun investasi ini dipandang sebagai langkah penting untuk mempertahankan kompetitivitas di pasar digital, para investor tampak khawatir mengenai jangka pendek, terutama mengingat persaingan ketat dengan pemain global dan regulasi domestik yang semakin menuntut penggunaan komponen lokal.

Strategi Alibaba ke Depan

Alibaba diperkirakan akan memanfaatkan chip 950PR untuk memperkuat layanan cloud dan AI-nya, terutama Alibaba Cloud yang bersaing dengan AWS, Azure, dan Google Cloud. Dengan biaya chip yang relatif kompetitif dan kompatibilitas dengan ekosistem CUDA, Alibaba dapat menawarkan solusi AI yang lebih terjangkau kepada klien korporat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor teknologi barat yang semakin terhambat oleh pembatasan ekspor.

Selain itu, integrasi chip Huawei diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dalam layanan logistik, pembayaran digital, dan iklan berbasis AI, yang semuanya merupakan kontributor utama pendapatan Alibaba. Jika implementasi berjalan lancar, tekanan pada margin dapat berkurang dalam jangka menengah, membuka peluang bagi harga saham untuk pulih.

Namun, tantangan tetap ada. Persaingan dengan Nvidia yang masih mendominasi pasar AI global, serta ketidakpastian regulasi internasional, dapat membatasi pertumbuhan Alibaba. Investor disarankan untuk memantau perkembangan produksi chip 950PR, adopsi oleh Alibaba, serta respons pasar terhadap laporan keuangan kuartal berikutnya.

Secara keseluruhan, langkah Alibaba menggandeng Huawei menandai fase baru dalam ekosistem AI domestik China. Sementara investasi besar ini menekan laba jangka pendek, potensi peningkatan kapabilitas AI dapat menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang, asalkan eksekusi teknis dan regulasi berjalan mulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *