PSPK – 05 Maret 2026 | Internet modern beroperasi berkat dua komponen penting: alamat IP yang menandai setiap perangkat, serta protokol HTTP/HTTPS yang mengatur pertukaran data di web.
IP Address: Identitas Unik Setiap Perangkat
Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan diberi label numerik yang disebut IP address. Fungsi utama IP address adalah sebagai identitas perangkat dan sebagai alamat lokasi dalam jaringan.
- IPv4 – terdiri dari 32 bit, contoh
192.168.1.1. Karena terbatas pada sekitar 4 miliar alamat, ruang alamat IPv4 sudah hampir habis akibat pertumbuhan perangkat IoT. - IPv6 – terdiri dari 128 bit, contoh
2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334. Dengan kapasitas hampir tak terbatas (≈3.4 × 10³⁸ alamat), IPv6 dapat menyediakan alamat untuk setiap benda di bumi.
Domain Name System (DNS)
Manusia lebih mudah mengingat nama domain seperti google.com dibandingkan deretan angka. DNS berfungsi sebagai “buku telepon” internet yang menerjemahkan nama domain menjadi IP address yang dapat dipahami mesin.
HTTP dan HTTPS: Protokol Komunikasi Web
Setelah alamat ditemukan, perangkat memerlukan aturan untuk bertukar data. HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol dasar untuk mengirim dokumen web. Versi aman, HTTPS, menambahkan lapisan enkripsi SSL/TLS yang memberikan tiga jaminan utama:
- Kerahasiaan – data dienkripsi sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga.
- Integritas – memastikan data tidak berubah selama transit.
- Autentikasi – memastikan pengguna terhubung ke situs asli, bukan situs palsu.
Alur Request dan Response
Komunikasi web terjadi melalui siklus sederhana:
- Request – browser (klien) mengirim permintaan ke server, misalnya meminta file
index.html. - Response – server menjawab dengan kode status (misalnya
200 OKbila berhasil atau404 Not Foundbila tidak ditemukan) serta mengirimkan konten yang diminta.
Dengan kombinasi IP address yang memastikan data sampai ke tujuan yang tepat dan HTTPS yang melindungi isi percakapan, internet dapat beroperasi secara global dan aman.
Para profesional IT terus memantau transisi ke IPv6 serta mengadopsi protokol keamanan terbaru untuk menjaga kestabilan dan privasi jaringan di era digital.












