PSPK – 28 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Musisi sekaligus figur publik Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026. Menjelang akhir hayatnya, Vidi meninggalkan jejak amal yang menginspirasi banyak orang, mulai dari rencana menunaikan ibadah haji hingga pemberian barang-barang pribadi ke masjid dan panti asuhan.
Rencana haji Vidi telah berjalan lama. Visa haji beliau sudah dikeluarkan dan seharusnya berangkat pada musim haji tahun ini. Setelah kepergiannya, keluarga segera mengurus proses badal haji—pengganti ibadah haji bagi almarhum—yang akan dilaksanakan oleh sang ibu, Besbarini. Proses administratif sedang diselesaikan, dan keluarga berharap badal haji tersebut dapat menyelesaikan niat suci Vidi yang belum sempat terwujud.
Sementara urusan ibadah, keluarga Vidi juga menyalurkan amal jariyahnya melalui donasi barang pribadi. Pakaian, kaos favorit, dan beberapa aksesori yang pernah dipakai Vidi kini disumbangkan ke panti asuhan di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, Vidi juga sempat menyiapkan sumbangan khusus untuk masjid lokal tempat ia sering beribadah, termasuk set peralatan ibadah, karpet sholat, dan buku-buku keagamaan.
Berikut daftar barang yang telah disalurkan:
- Pakaian oversize yang masih layak pakai, dipilih untuk anak-anak panti asuhan.
- Kaos dengan desain khas Vidi, dijual lelang untuk mengumpulkan dana amal.
- Karpet sholat berukuran besar, disumbangkan ke masjid Al‑Hidayah di Jakarta Selatan.
- Buku-buku motivasi dan keagamaan, dibagikan ke perpustakaan masjid dan panti asuhan.
- Perlengkapan kebersihan pribadi (sabun, sikat gigi, dll.) untuk membantu fasilitas panti asuhan.
Ayah Vidi, Harry Kiss, menjelaskan bahwa sebagian pakaian berukuran besar masih dapat dipakai olehnya, sehingga tidak semua barang dibuang. “Banyak yang terakhir‑terakhir, kan dia bajunya oversize. Kalau yang oversize saya bisa pakai,” ujarnya sambil menambahkan bahwa niat menyalurkan barang ke panti asuhan sudah direncanakan sejak dulu.
Reaksi dari masyarakat dan penggemar pun sangat hangat. Ribuan penggemar mengunjungi makam Vidi di TPU Tanah Kusir, menyalakan lilin, dan berdoa untuk almarhum. Banyak di antaranya yang tergerak untuk turut serta dalam program donasi, baik dengan menyumbangkan barang pribadi maupun membantu logistik distribusi ke panti asuhan.
Keberanian Vidi dalam membuka diri untuk berbagi, meski berada di puncak karier, menjadi contoh nyata nilai kepedulian sosial. Fakta pilu bahwa ia harus meninggalkan dunia sebelum dapat menunaikan haji menambah kesedihan, namun tindakan mulia terakhirnya memberikan harapan bahwa amalnya akan terus mengalir.
Dengan badal haji yang sedang diproses dan donasi yang terus menebar manfaat, warisan spiritual Vidi Aldiano tetap hidup dalam hati para sahabat, keluarga, dan penerima manfaatnya. Semoga kebaikan yang ditinggalkan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk selalu menempatkan kepedulian terhadap sesama di atas kepentingan pribadi.












