PSPK – 08 Maret 2026 | Masjid Al‑Aqsa di kota suci Yerusalem terus menjadi sorotan umat Islam dunia karena rangkaian keistimewaan yang menjadikannya simbol keimanan, sejarah, dan harapan. Dari perannya sebagai kiblat pertama hingga statusnya sebagai saksi ibadah para nabi, sembilan keistimewaan berikut menggambarkan mengapa masjid ini dimuliakan dalam setiap ajaran Islam.
1. Kiblat pertama umat Islam
Sebelum arah kiblat dipindahkan ke Ka’bah di Mekah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menunaikan salat menghadap ke Masjid Al‑Aqsa. Perubahan arah kiblat yang disebut dalam QS. Al‑Baqarah: 144 menandai evolusi sejarah ibadah, namun posisi awal Masjid Al‑Aqsa tetap tercatat sebagai titik pertama persatuan umat dalam salat.
2. Masuk dalam tiga masjid paling utama
Islam menempatkan tiga masjid suci pada puncak keutamaan: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al‑Aqsa. Keistimewaan ini didukung oleh hadis yang menyebutkan pahala salat di ketiga tempat tersebut dilipatgandakan, menjadikannya tujuan utama bagi setiap Muslim yang berkesempatan mengunjunginya.
3. Pahala salat dilipatgandakan
Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim menyatakan bahwa salat di Masjid Al‑Aqsa akan mendapatkan pahala berlipat ganda dibandingkan salat di tempat lain. Hal ini menjadikan masjid tersebut sebagai ladang amal yang sangat dicari, khususnya saat bulan suci Ramadan.
4. Pengampunan dosa melalui ibadah
Umat Islam percaya bahwa melaksanakan salat, dzikir, dan shalat sunah di dalam komplek Al‑Aqsa dapat menjadi sarana penghapus dosa, asalkan dilakukan dengan niat yang tulus. Keutamaan ini diperkuat oleh banyak riwayat yang menekankan bahwa tempat suci menjadi sarana rahmat Allah yang melimpah.
5. Tempat singgah Isra’ Mi’raj
Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al‑Aqsa, kemudian naik ke Sidrat al‑Muntaha. Kejadian ini menegaskan kedudukan Al‑Aqsa sebagai “Masjid Terjauh” dalam tradisi Islam.
6. Tanah yang diberkahi Allah
Kawasan Yerusalem, khususnya area di sekitar Al‑Aqsa, disebut dalam Al‑Qur’an sebagai tanah yang diberkahi. Keberadaan masjid di wilayah tersebut menambah dimensi spiritual yang tak terhingga, menjadikannya tempat ziarah yang sarat berkah.
7. Pusat hijrah para nabi
Sejak zaman Nabi Ibrahim, Daud, dan Sulaiman, wilayah ini menjadi tempat hijrah, dakwah, dan pembangunan tempat ibadah. Masjid Al‑Aqsa merupakan warisan yang menghubungkan generasi nabi‑nabi dengan umat Islam masa kini.
8. Benteng keimanan pada akhir zaman
Berbagai riwayat eskatologis menyebutkan bahwa pada hari kiamat, wilayah Syam (yang meliputi Yerusalem) akan menjadi benteng keimanan umat Muslim. Keberadaan Al‑Aqsa dalam konteks ini menambah nilai strategis dan simbolik bagi umat Islam di seluruh dunia.
9. Saksi ibadah para nabi
Selama ribuan tahun, Al‑Aqsa menjadi saksi langsung ibadah Nabi Ibrahim, Nabi Daud yang membangun Baitul Maqdis, serta Nabi Sulaiman yang menambah keindahan dan keagungan tempat suci tersebut. Setiap generasi nabi meninggalkan jejak spiritual yang memperkuat kedudukan masjid ini sebagai titik persimpangan sejarah ilahi.
Dengan sembilan keistimewaan yang terungkap di atas, Masjid Al‑Aqsa tidak hanya sekadar bangunan bersejarah, melainkan pusat spiritual yang mengikat masa lalu, masa kini, dan harapan masa depan umat Islam. Keutamaan yang terkandung dalam setiap batu, setiap ruang, dan setiap doa yang terucap menjadikan Al‑Aqsa layak mendapat penghormatan tertinggi dalam setiap langkah keimanan.












