PSPK – 21 Maret 2026 | Jasa Marga mencatat bahwa selama periode H‑10 hingga H‑2 menjelang Idulfitri 1447 H (21 Maret 2026), sebanyak 1.692.528 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek, yaitu antara 11‑19 Maret 2026. Angka ini menandakan kenaikan 32,1 % dibandingkan volume normal sebesar 1.280.973 kendaraan.
Empat gerbang tol utama menjadi titik keluar terbanyak, yakni Cikampek Utama (arah Trans‑Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak) dan Ciawi (arah Puncak). Distribusi kendaraan menyoroti dominasi arah Timur dengan 923.734 unit (54,6 %), diikuti arah Barat 440.549 unit (26,0 %) dan arah Selatan 328.245 unit (19,4 %).
| Gerbang Tol | Arah | Kendaraan | Kenaikan vs Normal |
|---|---|---|---|
| Cikampek Utama | Trans‑Jawa | 621.366 | +145,5 % |
| Kalihurip Utama | Bandung | 302.368 | +8,5 % |
| Cikupa | Merak | 440.549 | +1,5 % |
| Ciawi | Puncak | 328.245 | +4,2 % |
Jika dijumlahkan, lalu lintas menuju arah Timur (Cikampek Utama dan Kalihurip Utama) meningkat 73,7 % dibandingkan kondisi normal, sementara arah Barat dan Selatan hanya mengalami kenaikan tipis masing‑masing 1,5 % dan 4,2 %.
Pada hari H‑2 (19 Maret 2026) tercatat 208.825 kendaraan keluar Jabotabek, naik 48,2 % dari volume normal dan 4,05 % lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa total kendaraan yang keluar setara dengan 48 % dari proyeksi total mudik sebesar 3,5 juta unit untuk periode 11‑31 Maret 2026. Ia menekankan komitmen perusahaan untuk menjaga layanan operasional 24 jam, memperkuat infrastruktur, serta menyiapkan posko siaga di lapangan.
Jasa Marga juga mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi Travoy, radio streaming Travoy FM, dan call center 133 yang menyediakan informasi lalu lintas secara real‑time. Pengguna jalan diimbau menyiapkan kendaraan dalam kondisi prima, memastikan bahan bakar dan saldo uang elektronik cukup, serta mematuhi rambu dan arahan petugas, termasuk memanfaatkan area istirahat di rest area.












