Project Seru Penuh Kejutan

Literasi Keuangan Masih Rendah, OJK Ingat Warga Rentan Investasi Bodong di Pasar Modal

April 12, 2026 • 0 Views
Literasi Keuangan Masih Rendah, OJK Ingat Warga Rentan Investasi Bodong di Pasar Modal
Literasi Keuangan Masih Rendah, OJK Ingat Warga Rentan Investasi Bodong di Pasar Modal

PSPK – 12 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa rendahnya literasi keuangan di Indonesia meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap tawaran investasi ilegal atau yang sering disebut investasi bodong. Data survei nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa hanya sekitar 17,78 persen penduduk yang memiliki pemahaman cukup tentang pasar modal.

“Investasi bodong dapat menjerumuskan korban ke dalam kerugian besar, bahkan berpotensi menjadi sarana pencucian uang,” tambah Hasan.

Di sisi lain, pasar modal tetap menawarkan peluang investasi yang dapat diakses lewat smartphone, termasuk bagi kalangan mahasiswa. Namun, OJK mengingatkan pentingnya menilai profil risiko dan menghindari perilaku spekulatif yang dapat memperparah kerugian.

  • Literasi keuangan nasional: 17,78%
  • Total investor pasar modal Indonesia hingga Maret 2026: 24,4 juta
  • Persentase investor berusia di bawah 30 tahun: 54%
  • Investor di Provinsi Banten: 1,2 juta (peringkat lima besar nasional)

Rina Dewiyanti, Asisten Administrasi Umum Setda Banten, menekankan bahwa pasar modal tidak hanya menjadi sarana investasi, melainkan juga instrumen penting dalam pembiayaan pembangunan daerah dan nasional. Sementara itu, rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menyoroti peran edukasi pasar modal dalam menyiapkan generasi muda yang cakap secara finansial.

OJK menilai peningkatan literasi keuangan sebagai prioritas utama untuk melindungi konsumen dan menurunkan risiko penipuan investasi di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *