PSPK – 31 Maret 2026 | Masih banyak orang menganggap bahwa sunscreen dan sunblock adalah satu hal. Padahal, kedua produk ini bekerja dengan cara yang berbeda dan memiliki kelebihan masing‑masing untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV).
Cara kerja
Sunscreen termasuk dalam kelompok tabir surya kimiawi. Bahan aktifnya menyerap sinar UV, mengubah energi cahaya menjadi panas, kemudian melepaskannya kembali tanpa menembus kulit. Sunblock, sebaliknya, merupakan tabir surya fisik yang membentuk lapisan di permukaan kulit untuk memantulkan sinar UV sehingga tidak masuk ke lapisan kulit.
Bahan aktif utama
- Sunscreen: mengandung senyawa kimia seperti avobenzone, oxybenzone, octisalate, dll.
- Sunblock: menggunakan mineral alami seperti zinc oxide dan titanium dioxide.
Tekstur dan tampilan
- Sunscreen biasanya ringan, cepat meresap, dan tidak meninggalkan efek putih pada kulit.
- Sunblock cenderung lebih kental, berat, dan dapat meninggalkan lapisan putih (whitecast) setelah diaplikasikan.
Situasi penggunaan yang ideal
- Sunscreen cocok untuk aktivitas harian, terutama di dalam ruangan atau sebagai dasar sebelum make‑up.
- Sunblock lebih tepat untuk kegiatan luar ruangan intens seperti berjemur, berenang, atau mendaki, serta untuk kulit sensitif.
Waktu efektif
- Sunscreen membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit setelah dioles untuk memberikan perlindungan maksimal.
- Sunblock dapat memberikan perlindungan seketika tanpa perlu menunggu.
Memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis aktivitas Anda akan meningkatkan efektivitas perlindungan kulit terhadap sinar UV, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan kulit seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, atau kanker kulit.












