Project Seru Penuh Kejutan

Pembinaan Narapidana Berbasis Keterampilan Kerja Jadi Kunci Kemandirian dan Reintegrasi Masyarakat

March 31, 2026 • 0 Views
Pembinaan Narapidana Berbasis Keterampilan Kerja Jadi Kunci Kemandirian dan Reintegrasi Masyarakat
Pembinaan Narapidana Berbasis Keterampilan Kerja Jadi Kunci Kemandirian dan Reintegrasi Masyarakat

PSPK – 31 Maret 2026 | Program pembinaan narapidana yang menekankan keterampilan kerja kini dianggap sebagai strategi utama untuk mencapai kemandirian serta mempermudah proses reintegrasi mantan warga binaan ke dalam masyarakat.

Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E., Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, menegaskan bahwa upaya pembinaan tidak boleh hanya berfokus pada keamanan dan pengawasan, melainkan harus meliputi peningkatan kemampuan produktif narapidana.

Berbagai bidang pelatihan yang disarankan meliputi:

  • Pertukangan kayu dan logam
  • Perbengkelan otomotif
  • Pertanian dan peternakan
  • Perikanan
  • Tata boga
  • Kerajinan tangan
  • Keterampilan digital

Dengan menguasai kompetensi tersebut, mantan narapidana diharapkan dapat memperoleh sertifikasi yang diakui pasar kerja, sehingga peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha mandiri menjadi lebih besar.

Pembinaan yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha juga berperan penting dalam menurunkan tingkat residivisme. Jika bekal keterampilan dan penghasilan tersedia, risiko kembali melakukan tindak pidana dapat diminimalisir.

Rasyid menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, sektor swasta, serta lembaga pelatihan kerja. Kerjasama tersebut dapat memastikan bahwa lulusan program pembinaan dapat langsung diserap oleh sektor produktif.

Stigma sosial terhadap mantan narapidana masih menjadi hambatan. Banyak perusahaan enggan merekrut mereka meski telah memiliki keahlian yang memadai. Oleh karena itu, dunia usaha diimbau membuka ruang kerja yang lebih luas bagi eks‑warga binaan.

Dengan jumlah penghuni lapas yang terus meningkat, pembinaan berbasis keterampilan bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan mendesak agar lembaga pemasyarakatan dapat menjalankan fungsi rehabilitasi sosial dan ekonomi secara efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *