PSPK – 28 Maret 2026 | Medan, 27 Maret 2026 – Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan rumah permanen bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Inisiatif ini diambil untuk menjawab harapan lama masyarakat akan hunian yang aman, layak, dan sesuai standar konstruksi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia menekankan pentingnya penyelesaian tepat waktu serta pemenuhan standar bangunan yang berlaku.
Untuk memperlancar realisasi, pemerintah menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kolaborasi ini dijadikan prioritas nasional, sehingga pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan kontraktor diperlukan guna meningkatkan kinerja di lapangan.
Rencana pelaksanaan dibagi menjadi dua tahap:
- Tahap I: 68 unit rumah, target penyelesaian 5 Mei 2026, akan langsung diserahkan kepada para korban.
- Tahap II: 35 unit rumah, target selesai 30 Juni 2026.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Bencana Nasional, Tito Karnavian mengingatkan peran penting pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran proyek. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperkuat koordinasi dengan kontraktor untuk menghindari hambatan serta keterlambatan.
Dengan percepatan ini, diharapkan seluruh hunian tetap dapat segera dihuni, memungkinkan keluarga yang terdampak longsor kembali menjalani kehidupan dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.












