Project Seru Penuh Kejutan

Rencana Trump Bertemu Xi Jinping Tertunda Akibat Perang Iran

March 26, 2026 • 0 Views
Rencana Trump Bertemu Xi Jinping Tertunda Akibat Perang Iran
Rencana Trump Bertemu Xi Jinping Tertunda Akibat Perang Iran

PSPK – 26 Maret 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadwalkan kunjungan ke Tiongkok pada pertengahan Mei, yang akan menjadi kunjungan pertamanya ke Beijing dalam delapan tahun. Rencana tersebut semula dijadwalkan untuk minggu depan, namun dipindahkan ke tanggal 14‑15 Mei karena konflik militer yang sedang berlangsung antara Iran dan koalisi yang dipimpin Israel.

Trump mengumumkan perubahan jadwal melalui posting di platform media sosialnya, Truth Social, pada 25 Maret. Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan Presiden Xi Jinping tetap akan dilaksanakan, sekaligus menjanjikan kunjungan balasan Xi ke Washington pada akhir tahun.

Kedutaan Besar Tiongkok menyatakan belum memiliki informasi detail mengenai kunjungan tersebut, sebagaimana biasanya Beijing tidak mengungkapkan agenda presiden lebih dari beberapa hari sebelumnya.

Beberapa faktor yang memengaruhi jadwal ini antara lain:

  • Penetapan kembali oleh Mahkamah Agung AS atas batasan kekuasaan presiden dalam mengenakan tarif, yang berpotensi memengaruhi negosiasi dagang dengan China.
  • Operasi militer gabungan antara pasukan AS dan Israel melawan Iran, yang menambah ketegangan antara Washington dan Beijing sebagai pembeli utama minyak Iran.

Kunjungan ini diharapkan menjadi kesempatan pertama bagi kedua pemimpin sejak pertemuan di Korea Selatan pada Oktober lalu, dimana mereka menyepakati gencatan senjata dalam konflik Ukraina. Agenda utama yang diperkirakan akan dibahas meliputi:

  1. Perdagangan, khususnya sektor pertanian dan suku cadang pesawat terbang.
  2. Isu Taiwan, mengingat peningkatan penjualan senjata AS ke pulau tersebut selama masa jabatan Trump.
  3. Situasi di Selat Hormuz, dimana Iran berupaya menutup jalur pengiriman minyak dan Trump meminta dukungan China untuk mengatasi tekanan tersebut.

Meski China belum memberikan respons resmi terhadap permintaan bantuan energi AS, negara tersebut tetap menjadi importir minyak terbesar dunia, dengan rata‑rata impor sekitar 12 juta barel per hari pada awal 2026.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa perkiraan penyelesaian konflik Iran berkisar antara empat hingga enam minggu, sehingga masih ada kemungkinan situasi akan berubah sebelum pertemuan berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa Presiden Xi memahami pentingnya kehadiran presiden AS di tengah operasi militer yang sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, pertemuan ini bukan hanya simbolik, melainkan juga menjadi platform bagi kedua negara untuk menegosiasikan langkah‑langkah strategis dalam menghadapi tantangan geopolitik, ekonomi, dan keamanan yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *