PSPK – 26 Maret 2026 | Arus balik lebaran diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir pekan 28‑29 Maret 2026, dengan lonjakan kendaraan yang signifikan di jalur Pantura. Mengantisipasi kepadatan tersebut, Korlantas Polri mengaktifkan sistem rekayasa lalu lintas satu arah (one way) mulai sore ini, berlaku pada ruas tol dari kilometer 70 hingga kilometer 263. Kebijakan ini bersifat situasional dan direncanakan berlangsung hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, tergantung pada kondisi lapangan.
Jadwal dan Cakupan One Way
Sistem one way diimplementasikan secara bertahap, dimulai pada 24 Maret 2026. Pada fase awal, kendaraan hanya diizinkan bergerak satu arah pada sore hingga malam hari, menyesuaikan pola kepulangan pemudik. Kawasan yang terdampak meliputi ruas penting antara KM 70 Cikampek Utama hingga KM 263 di sepanjang jalur Pantura, yang menjadi jalur vital menuju Jakarta.
Tujuan Kebijakan
Tujuan utama penerapan one way adalah mengurangi kemacetan parah yang biasanya terjadi pada jam‑jam puncak mudik. Dengan mengatur alur kendaraan secara terpusat, diharapkan arus balik dapat terdistribusi lebih merata, menghindari penumpukan di titik‑titik rawan seperti gerbang tol, persimpangan, dan area perbatasan kota. Selain itu, kebijakan ini membantu meningkatkan keselamatan di jalan, mengurangi risiko kecelakaan yang sering terjadi pada kondisi lalu lintas padat.
Instruksi bagi Pemudik
- Patuhilah semua rambu dan arahan petugas di lapangan.
- Periksa jadwal dan lokasi one way secara berkala melalui aplikasi resmi atau media informasi Korlantas.
- Pastikan saldo e‑toll cukup sebelum memasuki zona satu arah.
- Lakukan istirahat secara berkala untuk menghindari kelelahan, terutama karena kecepatan kendaraan cenderung lebih konstan.
- Hindari mengemudi secara serentak dengan kendaraan lain pada satu jalur untuk meminimalkan risiko macet.
Perkiraan Dampak dan Respons Publik
Para ahli transportasi memperkirakan bahwa penerapan one way dapat menurunkan tingkat kemacetan hingga 30‑40 persen pada jam‑jam kritis. Respons awal masyarakat cukup positif, dengan banyak pemudik yang menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan jadwal perjalanan demi kelancaran arus balik. Namun, terdapat pula kekhawatiran terkait potensi penumpukan kendaraan di zona masuk sebelum zona satu arah dibuka. Oleh karena itu, Korlantas menegaskan pentingnya disiplin waktu berangkat serta memanfaatkan alternatif rute bila memungkinkan.
Rekomendasi Tambahan untuk Perjalanan Aman
- Gunakan aplikasi pemantau kondisi lalu lintas secara real‑time untuk menghindari zona yang masih padat.
- Jaga jarak aman antara kendaraan, terutama pada malam hari ketika visibilitas berkurang.
- Pastikan kendaraan dalam kondisi prima: periksa tekanan ban, oli, dan lampu sebelum berangkat.
- Bawa perlengkapan darurat seperti senter, power bank, dan obat-obatan ringan.
Dengan koordinasi antara kepolisian, pengelola tol, dan masyarakat, diharapkan arus mudik dapat kembali normal tanpa mengorbankan keselamatan. Korlantas tetap memantau situasi secara terus‑menerus dan siap menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. Pemudik diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dan bersikap fleksibel dalam menyesuaikan jadwal perjalanan.
Secara keseluruhan, penerapan sistem one way pada km 70‑263 jalur Pantura merupakan langkah proaktif yang diharapkan mampu meredam kepadatan kendaraan pada periode balik lebaran. Dengan disiplin bersama, perjalanan pulang kampung dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.












