Project Seru Penuh Kejutan

Malam di Geladak, Harapan Pulang Kampung: Pemudik Sulsel Relakan Tidur di Kapal Saat Arus Balik Lebaran

March 26, 2026 • 0 Views
Malam di Geladak, Harapan Pulang Kampung: Pemudik Sulsel Relakan Tidur di Kapal Saat Arus Balik Lebaran
Malam di Geladak, Harapan Pulang Kampung: Pemudik Sulsel Relakan Tidur di Kapal Saat Arus Balik Lebaran

PSPK – 26 Maret 2026 | Pulau Sulawesi Selatan kembali menjadi saksi bisu kepadatan mudik Lebaran 2026. Sejak Rabu 25 Maret, ribuan warga Sulawesi Selatan yang ingin kembali ke perantauan mengalir deras ke Pelabuhan Nusantara di Parepare. Karena kuota penumpang kapal cepat terpenuhi, banyak dari mereka terpaksa menggulung tikar, menata karung bekas, bahkan tidur di geladak kapal demi tidak ketinggalan jadwal keberangkatan.

Kondisi Lapangan: Dek Kapal Penuh Sampai Buritan

Di atas kapal KM Swarna Bahtera, pemandangan dek terasa sempit. Puluhan orang berdesakan di area buritan, selasar, bahkan sudut-sudut terbuka kapal. Mereka berbaring dengan alas seadanya, menahan terik matahari, sementara petugas menegaskan bahwa tidak ada ruang tambahan di kabin dalam.

“Tidak ada nomor kamar, mau dibilang nyaman juga tidak. Dinikmati saja seadanya. Panas sekali, mudah‑mudahan tidak hujan,” ujar Anca, pemudik asal Jeneponto. Sementara Basya Razak dari Palopo menambahkan, “Sudah full di dalam, tidak ada tempat. Jadi cari‑cari tempat berteduh, pakai karung bekas, senyamannya saja.”

Aturan Kapasitas dan Upaya Pengawasan

Kepala KSOP Parepare, Syaiful Horry menegaskan bahwa kapasitas penumpang tidak dapat dilanggar. Sistem tiket daring secara otomatis menutup penjualan bila kuota terpenuhi, demi menjaga aspek keselamatan. “Kami tidak akan mengizinkan pemberangkatan melampaui kapasitas kapal,” tegasnya.

Walau demikian, Syaiful menjelaskan fenomena penumpang yang menunggu di lorong atau selasar adalah bagian dari dinamika menunggu keberangkatan. Penumpang biasanya masuk ke ruang dalam saat kapal bersiap berlayar.

Prediksi Puncak Arus Balik dan Kapasitas Kapal

Menurut data KSOP, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pada hari itu diproyeksikan sebanyak 6.000‑7.000 orang akan berangkat dari pelabuhan Parepare menuju Kalimantan. Lima kapal dijadwalkan bersandar, termasuk kapal PT Pelni Bukit Siguntang dengan kapasitas hampir 3.000 penumpang.

Saat ini, empat kapal beroperasi dengan total penumpang sekitar 5.000 orang, masih di bawah prediksi puncak namun menunjukkan tren peningkatan signifikan dibanding hari‑hari biasa.

Kapten Ferry yang Menghabiskan Lebaran di Laut

Sementara itu, kisah kapten kapal ferry Dwi Irianto menambah dimensi emosional pada fenomena mudik. Selama 26 tahun, sang kapten rela melewatkan Idulfitri bersama keluarga demi memastikan ribuan pemudik tiba selamat di tujuan. “Sudah 26 tahun seperti ini. Pasti ada rasa sedih, apalagi setelah salat Id biasanya kumpul keluarga,” ungkapnya di tengah hiruk‑pikuk arus balik.

Dwi menjelaskan bahwa tanggung jawabnya tidak hanya mengarahkan kapal, tetapi juga memastikan penumpang tidak berdesakan, menjaga kebersihan, dan memberikan rasa nyaman selama perjalanan. “Kalau penumpang tertib, tidak berdesakan, dan mereka merasa senang, itu sudah jadi kebahagiaan tersendiri,” katanya.

Pengalaman Dwi mencerminkan realitas di pelabuhan: meski penumpang berdesakan di dek, mereka mengandalkan profesionalisme awak kapal untuk menjaga keselamatan. Kapten dan kru menjadi garda terdepan yang harus menyeimbangkan antara kepadatan penumpang dan standar keamanan.

Kesimpulan

Mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Selatan menampilkan gambaran dramatis—warga rela bermalam di geladak kapal demi kebagian tempat, sementara kapten kapal menghabiskan hari raya di laut demi melayani mereka. Situasi ini menegaskan pentingnya perencanaan kapasitas, pengawasan digital, dan dedikasi personel pelayaran. Harapannya, dengan peningkatan infrastruktur dan penegakan aturan yang ketat, fenomena menunggu di dek dapat diminimalisir, sehingga pemudik dapat kembali ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *