PSPK – 24 Maret 2026 | Menyikapi anak yang mulai sering menolak atau berbicara dengan nada keras memang menguji kesabaran para ibu. Pada usia prasekolah, anak sedang belajar mengendalikan emosi dan memahami batas perilaku, sehingga orang tua perlu menerapkan strategi yang tepat agar anak belajar berkomunikasi dengan sopan.
- Antisipasi pemicu – Beri peringatan sebelum situasi yang biasanya memicu kemarahan, misalnya beri tahu bahwa waktu bermain tinggal lima menit sebelum harus membereskan mainan.
- Pilih hal yang penting – Tidak semua hal perlu diperdebatkan. Jika anak tidak suka pakaian yang dipilih, tawarkan alternatif sambil menekankan pentingnya berbicara dengan sopan.
- Perhatikan pengaruh lingkungan – Pantau tontonan dan percakapan yang sering didengar anak. Anak cenderung meniru bahasa yang mereka lihat di televisi atau internet.
- Atur aturan secara jelas – Sampaikan batasan sejak awal, contoh: “Kita tidak berbicara seperti itu, gunakan kata yang baik.”
- Jaga ketenangan saat merespons – Hindari membalas dengan nada tinggi. Tunjukkan contoh dengan berbicara tenang, misalnya: “Mama yakin kamu bisa memilih kata yang lebih baik.”
- Kenali perasaan anak – Saat anak berteriak, tanyakan apa yang dirasakannya. Mengakui perasaan mereka dapat menurunkan intensitas emosi.
- Berikan pilihan terbatas – Menawarkan dua atau tiga opsi sederhana memberi anak rasa kontrol tanpa menimbulkan kebingungan, contoh: “Apakah kamu mau memakai sweater hijau atau jaket merah?”
- Hindari kata “oke” dalam perintah – Kalimat seperti “Waktunya pakai sepatu, oke?” dapat memberi kesan pilihan. Sebaiknya gunakan pernyataan langsung: “Sekarang pakai sepatu.”
- Ketahui kapan harus mengabaikan – Jika anak melontarkan kata kasar, hindari perdebatan. Tegaskan batasan, hentikan aktivitas, dan beri tahu bahwa pembicaraan dapat dilanjutkan ketika mereka bersikap baik.
- Tetap tegas di tempat umum – Bila anak bersikap kasar di luar rumah, tetap tenang, jelaskan bahwa perilaku tersebut tidak dapat diterima, dan berikan konsekuensi yang konsisten jika terulang.












