PSPK – 22 Maret 2026 | Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan ucapan selamat kepada pemimpin Iran menjelang perayaan Nowruz, menegaskan bahwa Moskow tetap menjadi sahabat setia dan mitra yang dapat diandalkan bagi Tehran.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor Kremlin pada Sabtu (21 Maret) dan ditujukan kepada Ayatollah Mojtaba Khamenei serta Presiden Masoud Pezeshkian. Putin berharap rakyat Iran dapat melewati masa-masa sulit dengan martabat.
Meski demikian, besarnya dukungan Rusia kepada Iran masih menjadi bahan perdebatan. Beberapa analis Iran menilai bantuan Moskow masih terbatas, terutama di tengah krisis terbesar yang dihadapi Iran sejak revolusi 1979.
Kremlin menuding serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah mendorong Timur Tengah ke jurang kehancuran serta memicu krisis energi global. Dalam konteks ini, Kremlin menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai figur yang “sinis”.
Berikut beberapa poin penting terkait hubungan Rusia‑Iran yang terungkap baru‑baru ini:
- Kremlin pernah mengusulkan pertukaran intelijen dengan Washington: Rusia akan menghentikan berbagi intelijen dengan Iran bila AS menghentikan pasokan intelijen tentang Rusia kepada Ukraina. Amerika menolak tawaran tersebut, dan Kremlin membantah laporan bahwa hal itu menjadi berita palsu.
- Rusia kehilangan sekutu tradisional setelah AS menggulingkan Nicolás Maduro di Venezuela, namun tetap mendapatkan manfaat dari harga minyak yang tinggi akibat ketegangan di kawasan.
- Kerjasama strategis antara Moskow dan Tehran tidak mencakup klausul pertahanan bersama, dan Rusia secara tegas menolak agar Iran mengembangkan senjata nuklir yang dapat memicu perlombaan senjata di wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, hubungan Rusia‑Iran tetap kuat secara diplomatik, namun masih terdapat batasan‑batasan signifikan terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan nuklir.










