PSPK – 03 Maret 2026 | Ramadhan 1447 H diperkirakan akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Menjelang pertengahan bulan suci, umat Islam di seluruh Indonesia kembali bertanya-tanya tentang malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Meski tidak ada satu pun umat yang mengetahui tanggal pastinya, para ulama dan organisasi keagamaan memberikan perkiraan berdasarkan hadis sahih yang menekankan pencarian pada malam‑malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan.
Perkiraan Tanggal Lailatul Qadar 2026
Jika Ramadan 1447 H dimulai pada 19 Februari 2026, maka sepuluh hari terakhir berlangsung dari 11 Maret hingga 20 Maret 2026. Malam-malam ganjil dalam rentang tersebut adalah:
- 11 Maret 2026 (malam ke‑21 Ramadan)
- 13 Maret 2026 (malam ke‑23 Ramadan)
- 15 Maret 2026 (malam ke‑25 Ramadan)
- 17 Maret 2026 (malam ke‑27 Ramadan)
- 19 Maret 2026 (malam ke‑29 Ramadan)
Kelima tanggal di atas menjadi kandidat utama bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah. Baik Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah menegaskan bahwa Lailatul Qadar dapat terjadi pada salah satu malam ganjil tersebut, sehingga umat dianjurkan tidak melewatkan kesempatan beribadah pada semua malam tersebut.
Keutamaan dan Makna Lailatul Qadar
Surat Al‑Qadr ayat 1‑5 menegaskan bahwa Al‑Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, dan malam itu lebih baik daripada seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang bangun menegakkan sholat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa‑dosa yang lalu diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim). Hadis lain menambahkan, “Siapa yang berpuasa Ramadan dengan iman dan ikhlas, dosanya yang lalu diampuni.” (HR Bukhari).
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
- Salat Tahajud: Minimal dua rakaat, ideal delapan rakaat, diakhiri witir tiga rakaat.
- Doa Khusus: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni” – memohon ampunan dengan penuh khusyu.
- Istighfar Sayyidul Istighfar: Membaca doa lengkap yang diajarkan oleh Rasulullah SAW tiga kali setelah setiap shalat.
- Shalat Isya dan Subuh Berjamaah: Pahala setara dengan setengah malam atau semalaman penuh bila dilakukan berjamaah (HR Muslim, Tirmidzi).
- Iktikaf: Menghabiskan waktu di masjid pada sepuluh malam terakhir untuk beribadah intensif.
Ciri‑ciri Malam Lailatul Qadar Menurut MUI
Beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan malam kemuliaan antara lain:
- Suasana malam yang tenang, tidak terlalu panas ataupun hujan.
- Langit cerah atau berawan tipis, memudahkan pengamatan bintang.
- Rasa damai yang menguatkan keinginan berdoa dan berzikir.
Namun, para ulama menegaskan bahwa tanda‑tanda ini bersifat subjektif dan tidak boleh menjadi satu‑satunya patokan. Yang terpenting tetap pada intensitas ibadah dan ketulusan hati.
Strategi Memaksimalkan Ibadah Selama Sepuluh Malam Terakhir
Untuk memudahkan umat dalam menyiapkan diri, berikut langkah‑langkah praktis yang dapat diikuti:
- Rencanakan Jadwal Ibadah: Tentukan waktu tahajud, tilawah Al‑Qur’an, dan doa khusus pada masing‑masing malam ganjil.
- Libatkan Keluarga: Ajak anggota keluarga untuk berpuasa sunnah, membaca doa bersama, atau melakukan iktikaf di rumah bila tidak memungkinkan ke masjid.
- Manfaatkan Teknologi: Gunakan aplikasi penunjuk waktu sholat dan kalender Hijriah untuk menghindari keliru tanggal.
- Jaga Kesehatan: Konsumsi sahur bergizi, istirahat yang cukup, dan hindari kelelahan agar kualitas ibadah tetap optimal.
Dengan persiapan matang, setiap Muslim dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, apapun tanggal pastinya.
Kesimpulannya, Lailatul Qadar 2026 diperkirakan jatuh pada salah satu malam ganjil antara 11 hingga 19 Maret 2026. Umat Islam disarankan memperbanyak ibadah pada semua malam tersebut, memperhatikan tanda‑tanda umum, serta melaksanakan amalan-amalan utama seperti tahajud, doa khusus, istighfar, shalat berjamaah, dan iktikaf. Semoga upaya bersama menghasilkan ampunan, rahmat, serta peningkatan keimanan yang dijanjikan Allah pada malam yang penuh berkah ini.












