Project Seru Penuh Kejutan

PM Jepang Tenangkan Trump Soal Iran, Namun Dihadapkan Kejutan Pearl Harbor

March 21, 2026 • 0 Views
PM Jepang Tenangkan Trump Soal Iran, Namun Dihadapkan Kejutan Pearl Harbor
PM Jepang Tenangkan Trump Soal Iran, Namun Dihadapkan Kejutan Pearl Harbor

PSPK – 21 Maret 2026 | Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, berhasil menenangkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait ketegangan Iran pada pertemuan di Gedung Putih pada 19 Maret 2024. Meski demikian, diskusi beralih ke topik historis yang sensitif ketika Trump menyinggung serangan Pearl Harbor, menguji kesiapan Takaichi dalam menghadapi pertanyaan yang tak terduga.

Trump memuji upaya Jepang dalam mendukung keamanan Selat Hormuz, jalur penting yang mengalirkan sekitar satu per lima minyak dunia. Ia menegaskan bahwa Jepang, yang memperoleh hampir 90% minyaknya lewat selat tersebut, “layak” berkontribusi dalam menjaga kelancaran transportasi energi. Pernyataan tersebut datang setelah Jepang bersama lima sekutu—termasuk Inggris dan Prancis—menyatakan kesiapan mereka membantu upaya keamanan di Hormuz.

Ketegangan dengan Iran muncul setelah Trump mengkritik sekutu-sekutunya karena tidak menanggapi seruan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, dibandingkan dengan komentar keras yang dilontarkannya kepada sekutu-sekutu NATO, nada Trump terhadap Takaichi terkesan lebih bersahabat, bahkan menyebutnya sebagai “teman” dan memuji kemenangan partainya dalam pemilihan umum Februari lalu.

Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan Jepang menanyakan mengapa Amerika Serikat tidak melibatkan sekutu dalam pembicaraan tentang kemungkinan serangan Iran. Trump menjawab dengan merujuk pada sejarah, menanyakan, “Siapa yang lebih tahu tentang kejutan daripada Jepang? Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor?” Pertanyaan ini membuat Takaichi terkejut, namun ia tetap menjaga sikap profesional.

Diskusi selanjutnya beralih ke kerjasama ekonomi yang telah menguat antara kedua negara. Setelah pertemuan di Tokyo pada Oktober 2023, AS dan Jepang menandatangani proyek gabungan senilai US$73 miliar, termasuk pembangunan reaktor nuklir di Tennessee dan Alabama serta fasilitas pembangkit listrik tenaga gas alam di Pennsylvania dan Texas. Investasi tambahan sebesar US$550 miliar dijanjikan Jepang di Amerika Serikat hingga 2029 sebagai imbalan atas penurunan tarif perdagangan.

Keamanan regional tetap menjadi faktor kunci dalam hubungan bilateral. Amerika Serikat menempatkan sekitar 60.000 tentara di Jepang sebagai penjamin keamanan, terutama dalam menanggapi kebangkitan militer Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Di sisi lain, kebijakan pasifisme Jepang yang diabadikan dalam Konstitusi 1947 masih menjadi topik sensitif di dalam negeri, terutama ketika pemerintah mempertimbangkan kontribusi pasukan luar negeri.

Meski hubungan luar negeri tampak kuat, jajak pendapat domestik menunjukkan penurunan popularitas Takaichi setelah pemilihan. Kenaikan harga minyak dan gas akibat konflik Iran menambah beban ekonomi bagi perusahaan dan rumah tangga, mengancam stabilitas politik di dalam negeri.

Secara keseluruhan, pertemuan antara Takaichi dan Trump menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keamanan jalur energi penting serta memperdalam kerja sama ekonomi, meski harus mengatasi tantangan historis dan domestik yang kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *