PSPK – 20 Maret 2026 | Manila – Kenaikan tajam harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah telah menurunkan pendapatan harian para pengemudi jeepney di Filipina. Toni Prado, seorang ayah dari empat anak, mengaku kini hanya membawa pulang sekitar 200 peso untuk tiga perjalanan, jauh di bawah 1.000 peso yang biasa ia peroleh sebelum harga solar melambung lebih dari dua kali lipat.
Protes massal berlangsung pada hari Kamis, ketika ribuan sopir jeepney menurunkan diri ke jalan-jalan seluruh negeri menuntut pemerintah menurunkan harga solar. Mereka menilai bahwa kenaikan harga bahan bakar tidak hanya menggerogoti pendapatan, tetapi juga mengancam kemampuan mereka memenuhi kebutuhan dasar seperti listrik, air, makanan, dan biaya pendidikan anak.
Filipina sangat bergantung pada minyak Timur Tengah, sehingga lonjakan harga global berpotensi memicu inflasi di negara yang ekonominya sangat didorong oleh konsumsi rumah tangga. Pemerintah Manila telah mengambil beberapa langkah, antara lain mempersingkat jam kerja, memberikan subsidi bahan bakar, dan memberi Kongres wewenang darurat untuk menangguhkan atau mengurangi pajak bahan bakar.
Namun, Mody Floranda, pemimpin asosiasi transportasi yang mengorganisir pemogokan nasional, menilai langkah-langkah tersebut belum memadai. Ia menuntut pencabutan undang‑undang yang menghilangkan otoritas pemerintah dalam mengendalikan harga bahan bakar, serta meminta penangguhan kenaikan tarif yang semula direncanakan untuk memberi sedikit keringanan bagi pengemudi.
Pengemudi lain, Reggie Manlapit, yang telah mengemudikan jeepney selama dua dekade, menyatakan bahwa ia terpaksa bekerja lebih lama namun tetap hanya membawa pulang sekitar 200 peso. “Kami harus bekerja lebih lama dan beruntung jika masih bisa pulang dengan uang sekecil itu,” ujarnya.
Jeepney, yang awalnya dibuat dari sisa kendaraan militer Amerika setelah Perang Dunia Kedua, tetap menjadi moda transportasi publik yang vital di seluruh Filipina. Penurunan pendapatan pengemudinya mengancam keberlangsungan layanan ini, sekaligus menambah tekanan ekonomi pada rumah tangga pengemudi.
| Situasi | Pendapatan (peso) |
|---|---|
| Sebelum kenaikan harga solar | 1.000 (untuk tiga perjalanan) |
| Setelah kenaikan harga solar | 200 (untuk tiga perjalanan) |
Para pengemudi menuntut pemerintah segera mengambil kebijakan yang lebih tegas untuk menstabilkan harga bahan bakar, mengembalikan tarif yang wajar, serta memastikan keberlangsungan transportasi publik yang dapat diandalkan bagi jutaan warga Filipina.












