Project Seru Penuh Kejutan

Ledakan Misterius Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember: Tarawih Tetap Dilanjutkan, Penyebab Masih Dirahasiakan

March 19, 2026 • 0 Views
Ledakan Misterius Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember: Tarawih Tetap Dilanjutkan, Penyebab Masih Dirahasiakan
Ledakan Misterius Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember: Tarawih Tetap Dilanjutkan, Penyebab Masih Dirahasiakan

PSPK – 19 Maret 2026 | Senin malam, 16 Maret 2026, suasana Ramadhan di Masjid Raya Pesona, Jember, tiba-tiba berubah menjadi panik ketika sebuah dentuman keras mengguncang bangunan tepat pada rakaat ke-16 salat Tarawih. Ledakan yang terjadi antara pukul 19.30 hingga 20.00 WIB menewaskan satu jemaah akibat gangguan pendengaran serius dan merusak sebagian struktur masjid, termasuk plafon, dinding ventilasi, serta sebuah lemari besi tua yang biasanya dipakai menyimpan sarung.

Menurut saksi mata, Teguh Muharjono, yang berada di saf tepat di belakang imam, suara ledakan terdengar seolah‑seolah meletus dari arah utara masjid, tepat di dekat area wudu laki-laki. “Rakaat ke‑16 terus meledak, duar!” ujarnya sambil menggambarkan getaran yang cukup kuat hingga menyebabkan bagian plafon runtuh dan asap tebal menguar.

Setelah ledakan, sebagian jemaah sempat berusaha menyelesaikan satu rakaat terakhir, namun kepanikan meluas terutama bagi mereka yang berada di pelataran luar yang lebih dekat dengan titik ledakan. Barisan salat akhirnya bubar, dan jemaah berhamburan keluar. Seorang pria yang berada paling dekat dengan sumber ledakan langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD dr. Soebandi Jember untuk penanganan medis karena mengalami gangguan pendengaran yang serius.

Tim penanganan darurat segera dikerahkan. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana, Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur, serta satuan Brimob menutup area dengan garis polisi. Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, turun langsung ke lokasi pada dini hari 17 Maret untuk memantau proses olah TKP. “Kami tidak mau terburu‑buruan, karena ada dugaan bahan kimia di lokasi,” ujar Nanang dalam konferensi pers, menekankan pentingnya ketelitian dalam pengambilan sampel.

Penyelidikan awal mengungkap beberapa petunjuk penting:

  • Kerusakan paling parah terdeteksi di area wudu utara, dekat lemari besi tua yang hancur.
  • Tim Labfor telah mengambil sampel bahan yang diduga bersifat kimia untuk dianalisis lebih lanjut.
  • Jibom melakukan sterilisasi area untuk memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya.
  • Polisi mengumpulkan keterangan saksi, termasuk rekaman video pribadi jemaah yang berada di sekitar titik ledakan.

Selama proses penyelidikan, petugas memberi izin bagi jamaah yang ingin melanjutkan ibadah di luar area yang dibatasi. Beberapa kelompok jamaah memilih tetap melanjutkan salat Tarawih di lapangan terbuka dekat masjid setelah melakukan inspeksi visual sederhana, memastikan tidak ada bau atau asap mencurigakan. Keputusan ini diambil untuk menghindari penundaan ibadah selama bulan suci, sekaligus memberi ruang bagi aparat untuk bekerja tanpa gangguan.

Kapolda Nanang menegaskan bahwa proses pemeriksaan laboratorium masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan setelah akurat. Ia juga menambahkan bahwa keamanan wilayah tetap kondusif, dan masyarakat diimbau tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi.

Hingga kini, belum ada indikasi pasti mengenai penyebab ledakan. Beberapa hipotesis yang sedang diselidiki meliputi:

  1. Kelalaian penggunaan bahan kimia oleh pihak tak teridentifikasi.
  2. Kerusakan instalasi listrik atau gas yang tidak terdeteksi sebelumnya.
  3. Upaya sabotase yang masih dalam tahap penyelidikan.

Pihak kepolisian menolak mengesampingkan kemungkinan adanya unsur kriminal, namun menegaskan bahwa belum ada bukti kuat yang mengarah pada satu pelaku tertentu. Semua barang bukti, termasuk pecahan kaca, sisa bahan kimia, dan rekaman CCTV masjid, kini berada di laboratorium forensik untuk dianalisis secara mendalam.

Masjid Raya Pesona tetap dibuka untuk ibadah setelah area yang rusak dibersihkan dan dipasang pengaman sementara. Jamaah yang ingin melaksanakan salat dapat menggunakan ruang wudhu yang telah diperiksa atau melaksanakan sholat di luar masjid dengan tetap menjaga ketertiban.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan di kalangan umat Islam Jember, mengingat masjid tersebut menjadi pusat aktivitas keagamaan selama bulan Ramadhan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengungkap penyebab sebenarnya.

Kesimpulannya, ledakan misterius di Masjid Raya Pesona Jember telah menimbulkan kerusakan struktural, korban cedera, dan memicu penyelidikan intensif oleh tim anti‑bom dan forensik. Meskipun penyebabnya belum teridentifikasi, jamaah menunjukkan ketabahan dengan melanjutkan ibadah setelah pemeriksaan singkat, menggarisbawahi semangat kebersamaan dalam menghadapi situasi darurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *