PSPK – 02 Maret 2026 | Jakarta, 1 Maret 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melangkah maju dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional terhadap bencana cuaca ekstrem. Kolaborasi yang kini diperkuat dengan Weathernews Inc., perusahaan Jepang terkemuka dalam teknologi ramalan cuaca, menandai era baru dalam penyediaan informasi prediksi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk badai tropis, hujan lebat, dan banjir di seluruh kepulauan Indonesia.
Kolaborasi Strategis antara BMKG dan Weathernews
Kerja sama antara BMKG dan Weathernews telah dimulai sejak 2014, namun pada 5 Februari 2026 kedua belah pihak menandatangani perjanjian yang lebih komprehensif. Kesepakatan ini mencakup penyediaan konten AI untuk prediksi topan, hujan intensif, serta banjir, sekaligus pertukaran teknis untuk meningkatkan akurasi meteorologi, pengembangan sumber daya manusia, dan dukungan operasional dalam mitigasi risiko bencana. Direktur Layanan Cuaca Publik BMKG, Dr. Andri Ramdhani, M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam mempercepat proses pengambilan keputusan saat kondisi cuaca berubah secara tiba‑tiba.
Teknologi AI dan Model Prediksi Google
Weathernews akan mengintegrasikan dua model AI unggulan yang dikembangkan Google: model prediksi banjir dan model prediksi siklon tropis. Kedua model tersebut memanfaatkan jaringan saraf dalam (deep learning) untuk mengolah data satelit, radar, serta sensor darat secara real‑time, menghasilkan prediksi dengan resolusi tinggi dan akurasi yang jauh melampaui metode konvensional.
- Model Prediksi Banjir Google: Memperkirakan tingkat aliran sungai dan potensi luapan daerah dataran rendah dalam rentang 0‑48 jam ke depan.
- Model Prediksi Siklon Tropis Google: Menyajikan jalur pergerakan, intensitas maksimum, serta dampak potensial badai selama 5‑7 hari ke depan.
- Infrastruktur Weathernews: Sistem komputasi berkecepatan tinggi yang telah teruji selama lebih dari satu dekade, memberikan data cuaca beresolusi hingga 1 km.
Penggabungan teknologi ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kesalahan prediksi hingga 30 % dibandingkan dengan sistem lama, memberikan peringatan lebih dini kepada otoritas daerah dan masyarakat.
Manfaat Bagi Indonesia
Dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lebih 17.000 pulau, tantangan dalam memantau cuaca sangat kompleks. Badai tropis yang terbentuk di Samudra Pasifik atau Hindia sering kali melanda wilayah barat, tengah, dan timur negara ini secara bersamaan. Penyediaan data AI yang lebih akurat memungkinkan:
- Pengambilan keputusan cepat oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dalam evakuasi dan penempatan bantuan.
- Peningkatan kesiapsiagaan komunitas lokal melalui aplikasi peringatan dini berbasis smartphone.
- Pengoptimalan operasional pertanian dengan prediksi curah hujan yang lebih tepat, mengurangi kerugian hasil panen.
- Pengurangan kerugian ekonomi akibat kerusakan infrastruktur, terutama di wilayah rawan tanah longsor.
Google juga menyampaikan dukungan penuh melalui VP‑VP mereka, Yossi Matias dan Raia Hadsell, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam membangun ketahanan iklim.
Langkah Kedepan dan Komitmen Berkelanjutan
BMKG berencana memperluas pelatihan teknis bagi para ahli meteorologi dengan mengundang pakar dari Weathernews dan tim riset Google. Program pelatihan ini mencakup pengoperasian model AI, interpretasi data hasil simulasi, serta integrasi sistem peringatan ke dalam platform digital pemerintah. Selain itu, kedua belah pihak akan menyiapkan pilot project di tiga provinsi paling rawan—Sumatra Utara, Jawa Barat, dan Papua—sebagai basis evaluasi efektivitas teknologi sebelum peluncuran nasional.
Kolaborasi ini tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga strategis dalam memperkuat jaringan informasi antar‑lembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) BMKG, serta institusi akademik. Dengan sinergi tersebut, Indonesia diharapkan dapat menurunkan angka korban jiwa dan kerugian material setiap tahun, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek iklim dan bencana.
Secara keseluruhan, penguatan kemitraan antara BMKG dan Weathernews menandai langkah penting menuju era prediksi cuaca berbasis AI yang lebih cepat, akurat, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.












