PSPK – 19 Maret 2026 | Idulfitri bukan sekadar perayaan setelah sebulan berpuasa, melainkan momentum untuk meneladani Rasulullah SAW dengan menghidupkan sunnah‑sunnah yang dianjurkan pada hari kemenangan ini. Menjalankan amalan tersebut dapat menambah keberkahan dan menjadikan suasana Lebaran lebih bermakna.
- Mandi sebelum salat Idulfitri: Nabi Muhammad SAW biasa melakukan mandi janabah atau mandi sunnah sebelum berangkat ke tempat salat. Kebersihan tubuh menyiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk beribadah bersama jamaah.
- Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian: Laki‑laki dianjurkan memakai pakaian yang bersih, rapi, dan terbaik yang dimiliki, serta menggunakan parfum atau wewangian sebagai bentuk rasa syukur atas hari besar.
- Makan sebelum melaksanakan salat Idulfitri: Berbeda dengan Idul Adha, pada Idulfitri disunnahkan makan dulu, biasanya dengan memakan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil (tiga, lima, atau tujuh) sebagai tanda bahwa puasa sudah berakhir.
- Mengumandangkan takbir: Takbir, tahmid, dan tahlil dibacakan sejak terbenamnya matahari pada malam terakhir Ramadan hingga imam memulai salat Id. Ini menandakan rasa syukur atas petunjuk Allah.
- Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang: Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mengambil rute berbeda ketika berangkat ke tempat salat dan kembali ke rumah, agar dapat bersilaturahmi lebih luas serta menjadikan setiap jejak perjalanan menjadi saksi ibadah.
- Mengucapkan tahni‘ah (selamat): Saling menyampaikan doa dan ucapan selamat, seperti “Taqabbalallahu minna wa minkum”, memperkuat tali persaudaraan dan menumbuhkan kasih sayang antar sesama muslim.
Dengan mengamalkan keenam poin di atas, Idulfitri 2026 dapat menjadi bukan hanya perayaan yang meriah, tetapi juga kesempatan memperdalam kualitas ibadah dan meneladani perilaku Rasulullah SAW.












