PSPK – 18 Maret 2026 | Bumi Resources (BUMI) kembali mencuri sorotan pasar setelah melaporkan lonjakan pendapatan sebesar 54 persen pada tahun buku 2025. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan produksi emas dan harga jual yang signifikan, sekaligus didukung oleh rencana ambisius untuk menggarap tambang mineral baru yang baru saja diakuisisi.
Kinerja Keuangan 2025: Angka-angka Mengesankan
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), anak perusahaan BUMI, mencatat pendapatan topline mencapai USD 249 juta, naik 54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba usaha melaju ke USD 93 juta, meningkat 118 persen, sementara laba bersih mencapai USD 50 juta, naik 99 persen secara tahunan. Direktur & Chief Financial Officer Charles Gobel menjelaskan bahwa dua pendorong utama pencapaian ini adalah kenaikan produksi emas sebesar 11 persen dan peningkatan harga jual emas sebesar 38 persen.
Produksi Emas: Dari 72.000 oz ke 80.000 oz
Anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), berhasil memproduksi sekitar 72.000 troy ounce emas pada tahun 2025, mencerminkan pertumbuhan 11 persen dibandingkan 2024. Meskipun terjadi penurunan kadar emas pada beberapa periode akibat operasi pushback, CPM tetap mempertahankan output yang stabil. Direktur Utama CPM, Damar Kusumanto, menyatakan bahwa setelah selesainya operasi pushback, produksi diproyeksikan naik menjadi sekitar 80.000 troy ounce pada tahun 2026, berkat eksplorasi pada lokasi bukaan baru.
Strategi Peningkatan Kapasitas dan Ekspansi Tambang
CEO BRMS, Agus Projosasmito, mengungkapkan rencana strategis untuk meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan dari 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton per hari. Proses peningkatan ini dijadwalkan selesai pada kuartal keempat 2026 dan diperkirakan akan menggandakan output emas dalam jangka menengah.
Selain peningkatan kapasitas pabrik, perusahaan menargetkan penambangan bijih dengan kadar emas tinggi (3,5‑4,9 g/t) di lokasi tambang bawah tanah yang diperkirakan akan dimulai pada semester kedua 2027. Proyek ini diharapkan menambah volume produksi secara signifikan pada tahun 2027‑2028.
Akusisi Tambang Mineral Baru: Langkah Memperkuat Portofolio
Sejalan dengan upaya meningkatkan produksi, BUMI telah menandatangani akuisisi atas sebuah tambang mineral strategis yang terletak di wilayah kaya sumber daya mineral Indonesia. Meskipun rincian teknis masih dalam tahap finalisasi, manajemen menilai bahwa tambang ini memiliki potensi besar untuk menambah diversifikasi produk, termasuk logam non-emas seperti tembaga dan nikel. Pengembangan tambang baru diproyeksikan akan dimulai pada akhir 2026, setelah selesainya proses due‑diligence dan perizinan.
Integrasi tambang baru ke dalam rantai nilai BUMI diharapkan dapat menghasilkan sinergi operasional, mengoptimalkan penggunaan infrastruktur existing, serta memperkuat posisi perusahaan di pasar global.
Implikasi bagi Investor dan Pasar Modal
Lonjakan pendapatan dan laba serta rencana ekspansi yang agresif meningkatkan daya tarik saham BRMS di bursa. Analis memperkirakan bahwa EPS perusahaan dapat melampaui ekspektasi pasar pada tahun 2026, terutama jika target produksi 80.000 oz dan kapasitas pabrik 2.000 ton per hari tercapai tepat waktu.
Selain itu, diversifikasi ke tambang mineral non‑emas memberi perusahaan perlindungan terhadap volatilitas harga emas, memperluas basis pendapatan, dan membuka peluang kerja sama dengan industri manufaktur berbasis logam kritis.
Prospek Jangka Panjang
Dengan kombinasi peningkatan produksi, peningkatan kapasitas pengolahan, dan akuisisi tambang baru, BUMI menyiapkan diri untuk pertumbuhan berkelanjutan. Jika semua inisiatif berjalan sesuai rencana, perusahaan dapat mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan di atas 20 persen selama periode 2026‑2028, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain utama di sektor pertambangan Indonesia.
Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada stabilitas harga komoditas, kebijakan regulasi pertambangan, serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko operasional, termasuk tantangan teknis di lokasi tambang bawah tanah.
Secara keseluruhan, BUMI tampak berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas dan memperluas jejak bisnisnya, menjanjikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.












