PSPK – 15 Maret 2026 | Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi sorotan pasar modal Indonesia menjelang musim dividen tahunan. Dengan jadwal cum‑dividen yang akan dimulai setelah perayaan Lebaran, investor dipersiapkan untuk menerima pembayaran dividen final sebesar Rp281 per saham, sekaligus menantikan program buyback saham yang diluncurkan bank terbesar ini di tengah tekanan harga saham.
Jadwal Cum Dividen BBCA 2026
Perusahaan mengumumkan bahwa periode cum‑dividen BBCA akan berlangsung selama tiga hari kerja, dimulai pada 15 Juni 2026 dan berakhir pada 17 Juni 2026. Pada hari terakhir cum‑dividen (17 Juni), saham masih mencatat hak dividen, sehingga pemegang saham yang tercatat pada tanggal penutupan (record date) 18 Juni berhak menerima dividen final. Pembayaran dividen dijadwalkan pada akhir bulan, tepatnya 30 Juni 2026.
| Tahap | Tanggal |
|---|---|
| Mulai Cum Dividen | 15 Jun 2026 |
| Akhir Cum Dividen / Ex‑Dividen | 17 Jun 2026 |
| Record Date | 18 Jun 2026 |
| Pembayaran Dividen | 30 Jun 2026 |
Besaran Dividen Final
Dividen final yang ditetapkan sebesar Rp281 per saham merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah BBCA. Kebijakan ini diambil setelah manajemen menilai bahwa harga saham masih berada pada level yang relatif terjangkau, memberi peluang bagi investor ritel untuk memperoleh imbal hasil yang menarik. Dengan total saham beredar sekitar 3,4 miliar lembar, total pembayaran dividen diperkirakan mencapai Rp 957 miliar.
Buyback Saham di Tengah Tekanan Harga
Seiring dengan peluncuran jadwal dividen, BBCA juga mengumumkan program buyback saham senilai Rp 5 triliun yang akan dilaksanakan selama kuartal ketiga 2026. Tujuan utama program ini adalah menstabilkan harga saham yang mengalami tekanan akibat sentimen pasar global serta meningkatkan nilai perolehan bagi pemegang saham. Buyback akan dilakukan secara terbuka di pasar sekunder dengan batasan maksimum 5 % dari total saham beredar per bulan.
- Jumlah dana yang dialokasikan: Rp 5 triliun.
- Durasi pelaksanaan: Juli–September 2026.
- Target: Membeli hingga 170 juta lembar saham.
- Metode: Open‑market purchase sesuai regulasi OJK.
Strategi buyback ini diperkirakan dapat menurunkan rasio price‑to‑earnings (P/E) BBCA serta memberikan sinyal positif bahwa manajemen tetap percaya pada prospek jangka panjang perusahaan.
Dampak terhadap Investor
Gabungan antara jadwal cum‑dividen, besaran final dividend, dan program buyback menciptakan skenario yang menguntungkan bagi investor. Bagi pemegang saham yang telah melakukan pembelian sebelum tanggal ex‑dividen, keuntungan tidak hanya datang dari dividen tunai, tetapi juga dari potensi kenaikan harga saham pasca‑buyback. Analisis pasar memperkirakan bahwa saham BBCA dapat mengalami kenaikan 2‑3 % dalam minggu pertama setelah pembayaran dividen, didorong oleh likuiditas tambahan dan persepsi nilai yang lebih tinggi.
Namun, investor juga harus memperhatikan risiko terkait volatilitas pasar global, terutama perubahan suku bunga dan nilai tukar rupiah. Kebijakan dividen yang tinggi dapat menurunkan likuiditas internal bank, meskipun BBCA memiliki rasio kecukupan modal yang kuat.
Secara keseluruhan, BBCA menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui kebijakan dividen yang konsisten dan program buyback yang terukur. Bagi investor jangka panjang, kombinasi ini menjadi sinyal positif bahwa bank tetap berada dalam posisi keuangan yang solid, meskipun dihadapkan pada tekanan eksternal.












