Project Seru Penuh Kejutan

Gunvor Minta PGN (PGAS) Penuhi Kontrak Pengiriman LNG

March 14, 2026 • 0 Views
Gunvor Minta PGN (PGAS) Penuhi Kontrak Pengiriman LNG
Gunvor Minta PGN (PGAS) Penuhi Kontrak Pengiriman LNG

PSPK – 14 Maret 2026 | Gunvor Singapore Pte Ltd menuntut PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) untuk memenuhi kewajiban pengiriman LNG yang telah diatur dalam kontrak master sales and purchase agreement (MSPA) dan confirmation notice (CN) tanggal 23 Juni 2022. Kontrak tersebut mengikat PGAS untuk mengirim delapan kargo LNG kepada Gunvor mulai 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2027.

Pada 3 November 2023, PGAS mengajukan klaim force majeure yang menyebabkan penundaan pengiriman. Sebagai respons, Gunvor mengajukan klaim sebesar US$130,4 juta (sekitar Rp2,18 triliun) di London Court of International Arbitration. Proses arbitrase sedang berada pada tahap document production dan dijadwalkan akan diputus pada Mei‑Juni 2026.

Direktur Corporate Affairs Gunvor, Seth Pietras, mengatakan bahwa meskipun tidak dapat mengomentari estimasi kerugian PGN, kontrak tetap berlaku hingga akhir 2027 dan perusahaan mengharapkan PGAS menghormati komitmen tersebut.

PGAS telah mencadangkan provisi sebesar US$72,02 juta (sekitar Rp1,2 triliun) untuk menyerap potensi kerugian terkait sengketa ini, sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan yang berakhir Desember 2025. Pada kuartal terakhir, saham PGAS melemah 0,25% menjadi Rp1.965 per lembar, dengan penurunan 16,03% dalam satu minggu terakhir.

Berikut rangkuman kinerja keuangan PGAS tahun 2025 dibandingkan 2024:

Item 2025 (USD) 2024 (USD)
Laba bersih 215,36 juta 339,42 juta
Pendapatan 3,97 miliar 3,78 miliar
Beban pokok pendapatan 3,27 miliar 3,03 miliar
Total liabilitas 2,62 miliar –
Total aset 6,23 miliar –

Operasional PGAS menunjukkan peningkatan volume niaga gas bumi menjadi 836 BBTUD serta volume transmisi gas naik 4% menjadi 1.609 MMSCFD. Segmen infrastruktur LNG juga tumbuh, dengan volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, naik 17%.

Sengketa ini tetap menjadi sorotan pasar energi Indonesia, mengingat dampaknya terhadap pasokan LNG domestik dan kepercayaan investor pada sektor gas negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *