PSPK – 13 Maret 2026 | Jakarta, 13 Maret 2026 – Friderica Widyasari Dewi resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026‑2031 setelah keputusan Komisi XI DPR RI disahkan dalam rapat paripurna pada Kamis (12/3/2026). Sosok yang akrab dipanggil Kiki ini menapaki perjalanan karier yang tak biasa, mulai dari layar kaca sinetron hingga menapaki puncak lembaga pengawas keuangan negara.
Latar Belakang Pendidikan dan Awal Karier di Dunia Hiburan
Lahir di Cepu, Jawa Timur pada 28 November 1975, Friderica menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada tahun 2001. Selama masa kuliah, ia sempat menjadi pemeran dalam beberapa serial televisi, menambah popularitasnya di kalangan penonton muda. Namun, ambisi akademik mengalahkan dunia hiburan, dan Kiki memutuskan untuk menuntaskan studinya serta mengejar karier di bidang ekonomi.
Pendidikan Lanjutan di Amerika Serikat
Setelah menyelesaikan sarjana, Friderica melanjutkan studi ke California State University, Fresno, meraih gelar Master of Business Administration pada tahun 2004. Pengalaman internasional ini memperluas wawasan bisnisnya dan menyiapkan landasan kuat untuk terjun ke sektor keuangan Indonesia.
Karier Akademik dan Keterlibatan Kebijakan Publik
Kembali ke tanah air, Kiki mengabdikan diri sebagai akademisi di sejumlah perguruan tinggi terkemuka, termasuk Universitas Trilogi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan Universitas Indonesia. Di samping mengajar, ia aktif dalam lembaga kebijakan publik, menjadi anggota dewan penasihat The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research.
Langkah Awal di Bursa Efek Indonesia
Pada tahun 2005, Friderica bergabung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Task Force Marketing Coordinator. Dua tahun kemudian, ia dipercaya memimpin Departemen Komunikasi sekaligus menjabat sebagai Corporate Secretary. Kepiawaiannya dalam mengelola komunikasi pasar modal mengantarkannya pada posisi Direktur Pengembangan BEI hingga 2015.
Pengalaman di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan BRI Danareksa Sekuritas
Dari 2016 hingga 2019, Kiki menjabat sebagai Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia, institusi yang mengelola penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek. Pada periode 2020‑2022, ia memimpin BRI Danareksa Sekuritas sebagai Chief Executive Officer, memperkuat posisi perusahaan dalam layanan sekuritas ritel dan institusional.
Studi Doktoral dan Penelitian
Selama meniti karier profesional, Friderica tidak mengabaikan pengembangan akademik. Ia menyelesaikan studi doktoral di Universitas Gadjah Mada dengan predikat cum laude pada tahun 2019, meneliti tata kelola pasar modal dan kebijakan perlindungan investor.
Masuk OJK dan Tugas Sebelum Menjadi Ketua
Sebelum diangkat menjadi Ketua OJK, Kiki telah menjadi anggota Dewan Komisioner OJK dengan tanggung jawab bidang edukasi dan perlindungan konsumen. Pengalaman luasnya di pasar modal, infrastruktur sekuritas, dan regulasi memberikan dasar kuat untuk memimpin lembaga pengawas keuangan.
Proses Pengangkatan dan Komposisi Dewan OJK
Pada rapat paripurna DPR, Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mempresentasikan hasil uji kelayakan terhadap sepuluh calon anggota Dewan Komisioner OJK. Dari proses fit‑and‑proper test, lima orang terpilih, termasuk Friderica sebagai Ketua, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, serta tiga eksekutif senior yang mengawasi pasar modal, perilaku pelaku usaha, dan inovasi teknologi keuangan.
Visi dan Fokus Reformasi Pasar Modal
Setelah dilantik, Friderica menegaskan bahwa reformasi integritas pasar modal menjadi prioritas utama. Ia mengidentifikasi delapan fokus strategis, meliputi peningkatan likuiditas, transparansi data kepemilikan saham, penindakan tegas terhadap insider trading, serta sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam pernyataannya, Kiki menekankan pentingnya satuan tugas khusus untuk mengawasi transformasi pasar modal dan memperkuat perlindungan investor ritel.
Respon Pelaku Industri
Chief Operation Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari, menyambut baik kepemimpinan Friderica, menilai bahwa pengalaman Kiki dalam edukasi dan perlindungan konsumen akan mempercepat reformasi pasar saham Indonesia. Ia menambahkan bahwa OJK akan terus menindak kasus manipulasi harga saham dan meningkatkan akses informasi bagi investor kecil.
Harapan Publik dan Tantangan Kedepan
Pengangkatan seorang perempuan dengan latar belakang akademik dan praktis di sektor keuangan menimbulkan optimism di kalangan pelaku pasar. Namun, tantangan tetap besar, termasuk menyeimbangkan inovasi fintech dengan regulasi yang ketat, serta mengatasi ketimpangan informasi antara institusi besar dan investor ritel.
Dengan rekam jejak yang mencakup dunia hiburan, akademisi, serta kepemimpinan di institusi pasar modal, Friderica Widyasari Dewi membawa perspektif multidimensi ke ruang rapat OJK. Keputusan DPR untuk menobatkannya sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK menandai babak baru bagi regulasi keuangan Indonesia, di mana integritas, transparansi, dan perlindungan konsumen diproyeksikan menjadi landasan utama. Jika visi‑visinya terealisasi, transformasi pasar modal Indonesia dapat memperkuat kepercayaan investor domestik maupun internasional, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.












