PSPK – 11 Maret 2026 | Data resmi yang dirilis pada 10 Maret menunjukkan bahwa perdagangan China mencatat pertumbuhan signifikan sebesar satu per lima dalam dua bulan pertama tahun 2026, melampaui proyeksi analis.
Ekspor pada periode Januari‑Februari naik 21,8 % dibandingkan tahun sebelumnya, jauh di atas perkiraan 7,2 % dalam survei Bloomberg. Impor juga meningkat tajam, mencapai 19,8 % year‑on‑year, sementara perkiraan hanya 7 %.
Meski kinerja keseluruhan positif, ekspor ke Amerika Serikat mengalami penurunan 11 % akibat ketegangan perdagangan yang berkelanjutan. Nilai pengiriman barang ke AS tercatat US$67,24 miliar, turun dari US$75,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, pasar regional menunjukkan kenaikan kuat: ekspor ke Uni Eropa melesat 27,8 %, sedangkan ke negara‑negara ASEAN naik 29,2 %.
Berikut ringkasan utama data perdagangan:
| Indikator | Januari‑Februari 2026 | Proyeksi Bloomberg |
|---|---|---|
| Ekspor (y/y) | +21,8 % | +7,2 % |
| Impor (y/y) | +19,8 % | +7 % |
| Ekspor ke AS | -11 % (US$67,24 miliar) | – |
| Ekspor ke UE | +27,8 % | – |
| Ekspor ke ASEAN | +29,2 % | – |
Lonjakan impor terjadi bersamaan dengan data harga konsumen yang menunjukkan kenaikan tercepat dalam tiga tahun terakhir, menandakan tekanan inflasi domestik. Surplus perdagangan yang dicapai pada tahun sebelumnya tetap menjadi penopang penting bagi perekonomian China di tengah perlambatan aktivitas domestik.
Para pengamat menilai bahwa hasil ini mencerminkan daya tahan struktur produksi China serta diversifikasi pasar, meski hubungan dengan AS tetap menjadi faktor risiko utama.












