PSPK – 11 Maret 2026 | Perusahaan media sosial TikTok kini dapat melanjutkan operasinya di Kanada setelah pemerintah setempat meninjau kembali keputusan penutupan kantor yang sempat diberlakukan pada tahun 2024.
Menteri Perindustrian Kanada, Mélanie Joly, mengumumkan bahwa TikTok akan tetap beroperasi dengan syarat-syarat keamanan data yang lebih ketat. Keputusan ini menandai perubahan total dari kebijakan sebelumnya yang menganggap aplikasi milik ByteDance berpotensi mengancam keamanan nasional.
Beberapa poin utama yang harus dipenuhi TikTok di Kanada antara lain:
- Penerapan teknologi peningkatan privasi untuk mencegah akses tidak sah terhadap data pengguna.
- Penambahan perlindungan khusus bagi anak di bawah umur.
- Transparansi melalui audit independen oleh pihak ketiga yang memverifikasi kontrol akses data.
- Komitmen investasi pada sektor budaya dan kreator lokal.
Joly menegaskan keputusan ini tidak hanya melindungi data warga Kanada, tetapi juga menjaga lapangan kerja serta mendukung pertumbuhan kreator, seniman, dan organisasi budaya di negara tersebut. TikTok diharapkan akan memperluas konten berbahasa resmi dan bahasa asli Kanada, sekaligus meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat.
Langkah ini terjadi bersamaan dengan perubahan kepemimpinan di tingkat pemerintah Kanada, di mana Mark Carney menggantikan Justin Trudeau sebagai Perdana Menteri pada awal 2025 dan melakukan kunjungan ke China untuk membahas tarif. Kebijakan baru ini mencerminkan pendekatan yang lebih seimbang antara keamanan nasional dan kepentingan ekonomi digital.










