PSPK – 09 Maret 2026 | Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan fase paling istimewa, dimana setiap malam memiliki potensi pahala yang besar dan di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Amalan Utama yang Dianjurkan
- Qiyamullail (Shalat Malam)
Memperbanyak ibadah di malam hari, seperti shalat malam, membaca Al‑Qur’an, dzikir, dan doa, terutama pada malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29). Tujuannya mengisi sebagian besar malam dengan amal ibadah.
- Membangunkan Keluarga
Suami atau orang tua membangunkan istri atau anak‑anak yang mampu beribadah, lalu mengajak bersama melaksanakan shalat malam dan doa.
- I’tikaf di Masjid
Menetap di masjid untuk beribadah dengan niat khusus kepada Allah. I’tikaf dapat dilakukan selama sepuluh hari terakhir atau sebagian saja, dengan memperbolehkan keluar untuk keperluan mendesak.
- Memperbanyak Membaca Al‑Qur’an
Membaca dengan tartil dan tadabbur, mengkhatamkan Al‑Qur’an minimal sekali dalam Ramadan, dan mengulangnya bila memungkinkan.
- Mandi dan Menjaga Kebersihan
Mandi antara adzan Maghrib dan Isya sebagai penyegaran sebelum memulai ibadah malam, serta menggunakan pakaian bersih.
- Doa Khusus, terutama Doa Ampunan
Contoh doa: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, maafkanlah aku”. Doa‑doa ini dibaca berulang‑ulang pada malam-malam terakhir.
- Sedekah
Memberikan makanan berbuka, membayar zakat fitrah, atau membantu fakir miskin sebagai amalan yang paling utama pada sepuluh hari terakhir.
- Istighfar dan Taubat
Memperbanyak istighfar, khususnya pada sahur, serta melakukan taubat nasuha dengan meninggalkan dosa‑dosa lama.
- Tadabbur dan Muhasabah
Merenungkan amal perbuatan, menghitung kembali dosa dan pahala, serta membuat komitmen perbaikan diri setelah Ramadan.
- Membaca Literatur Keagamaan
Mengisi waktu i’tikaf dengan membaca tafsir, hadis, atau sirah nabi untuk memperdalam pemahaman.
Jadwal Praktis Sepuluh Hari Terakhir
| Waktu | Amalan |
|---|---|
| Setelah Maghrib | Berbuka, shalat Maghrib, mandi, shalat Isya dan Tarawih |
| Setelah Isya – Tengah Malam | I’tikaf, membaca Al‑Qur’an, shalat malam, dzikir |
| Tengah Malam – Sepertiga Malam Terakhir | Shalat Tahajud, doa, istighfar |
| Sahur | Makan sahur, istighfar, doa |
| Menjelang Subuh | Shalat Subuh berjamaah, dzikir sampai terbit fajar |
| Pagi (jika tidak i’tikaf penuh) | Shalat Dhuha, membaca Al‑Qur’an, sedekah |
| Siang | Menjaga lisan dan perilaku, menghindari perbuatan yang mengurangi pahala |
Hal‑hal yang Perlu Diperhatikan
- Tidak berlebihan dalam makan dan minum agar tidak mengurangi energi ibadah.
- Menjaga shalat berjamaah, terutama Isya dan Subuh.
- Menghindari perdebatan atau percakapan sia‑sia selama i’tikaf.
Dengan melaksanakan rangkaian amalan di atas secara konsisten, umat Muslim dapat memaksimalkan peluang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, pengampunan dosa, serta doa yang dikabulkan pada malam-malam yang penuh rahmat ini.
Selamat menunaikan ibadah, semoga Ramadan kali ini membawa perubahan yang berarti dalam kehidupan spiritual.












