PSPK – 09 Maret 2026 | Serang – Gubernur Banten Andra Soni menekankan perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi jagung di provinsi ini. Pernyataan tersebut disampaikan setelah beliau mendampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki dalam kegiatan penanaman jagung kuartal I 2026 di Desa Mekar Baru, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang.
Andra Soni menegaskan bahwa Banten telah berhasil mencapai swasembada beras dan berada pada peringkat kedelapan produksi beras nasional. Namun, ketergantungan pada pasokan jagung dari luar daerah masih tinggi, terutama untuk memenuhi kebutuhan 12 industri pakan lokal yang memerlukan sekitar 4.000 ton per hari.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah provinsi berkomitmen memperluas area tanam melalui sinergi dengan TNI, Polri, serta pemanfaatan lahan milik Perhutani dan lahan tidur yang tersebar di seluruh wilayah. Berikut langkah‑langkah strategis yang diuraikan:
- Penanaman jagung seluas 199 hektare pada kuartal I 2026 oleh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Banten.
- Target khusus di Kecamatan Kopo: 6 hektare dengan produktivitas 8 ton per hektare.
- Proyeksi total penanaman oleh Polda Banten sepanjang 2026 mencapai 2.292 hektare.
- Pemberian bantuan produksi kepada kelompok tani, meliputi 20 sak pupuk NPK, 150 liter pupuk hayati cair, 16 kg bibit jagung, dan 40 liter herbisida.
Kapolda Banten menambahkan bahwa aparat siap memberikan dukungan logistik dan keamanan guna memastikan kelancaran proses tanam. Ia menekankan pentingnya peran petani dalam mengoptimalkan lahan produktif maupun lahan tidur demi meningkatkan nilai ekonomi jagung.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi target swasembada jagung, memperkuat ketahanan pangan Banten, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, aparat keamanan, serta sektor pertanian, Banten berada pada jalur yang tepat untuk mencapai kemandirian produksi jagung dalam waktu dekat.












