Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Menggugah Hati: Adu Akting dengan Anak Disabilitas di Film Istimewa, Ajil Ditto Akui Kesulitan Tahan Tangis

July 24, 2026 • 0 Views
Menggugah Hati: Adu Akting dengan Anak Disabilitas di Film Istimewa, Ajil Ditto Akui Kesulitan Tahan Tangis
Menggugah Hati: Adu Akting dengan Anak Disabilitas di Film Istimewa, Ajil Ditto Akui Kesulitan Tahan Tangis

PSPK – 24 Juli 2026 | Dalam sebuah proyek film yang penuh emosi, Ajil Ditto berbagi pengalamannya beradu akting dengan anak-anak penyandang disabilitas di film terbaru berjudul Istimewa. Dalam film ini, Ajil Ditto mengaku mengalami tantangan tersendiri, terutama dalam menahan tangis saat berinteraksi dengan para anak disabilitas yang menjadi lawan mainnya.

Ajil Ditto, yang berperan sebagai Bagas, menceritakan bahwa tantangan terbesar bukanlah berasal dari anak-anak tersebut, melainkan dari dirinya sendiri. “Ternyata kesulitannya bukan di mereka, tapi di gua yang harus nahan emosi, sering nangis, yang emang harus nahan supaya terlihat kuat,” ungkap Ajil saat ditemui di Pejaten, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).

Peran Penting Ajil Ditto

Dalam film Istimewa, Ajil Ditto memainkan peran yang sangat signifikan sebagai pelindung bagi enam anak-anak disabilitas yang menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ia merasa bahwa perannya ini adalah salah satu yang terpenting dalam kariernya. Sebagai Bagas, ia berperan untuk memberikan dukungan dan perlindungan kepada anak-anak yang hidup di sebuah penampungan bernama Rumah Istimewa.

Film ini menggambarkan hubungan hangat dan kasih sayang di bawah asuhan sosok ayah yang penyayang, Pak Mahendra, yang diperankan oleh Mathias Muchus. Namun, konflik mulai muncul ketika Pak Mahendra tiba-tiba menghilang karena penyakit serius yang dideritanya. Keenam anak tersebut kemudian memutuskan untuk keluar dari rumah dan melakukan perjalanan untuk mencari sosok ayah mereka.

Tantangan Emosional di Set

Selama proses syuting, Ajil Ditto mengaku sering kali harus berjuang untuk menahan emosinya. “Setelah sok kuat di depan kamera, setelah sok kuat setelah kata action, pas bener kata cut, kabur berpelukan Ayah (Abdullah Mansuri) nangis,” kisahnya. Pengalaman beradu akting dengan anak-anak disabilitas ini ternyata memberikan banyak pelajaran berharga bagi Ajil.

Ajil berharap bahwa film Istimewa dapat menunjukkan bahwa anak-anak disabilitas juga memiliki potensi untuk berkarya dan menjadi kebanggaan. “Gua selalu nungguin ada momen yang tepat untuk anak-anak ini bisa fight back tapi dengan cara yang super elegan, tanpa harus menyakiti perasaan orang lain,” tambahnya. Melalui film ini, Ajil ingin membuktikan kepada dunia bahwa anak-anak tersebut layak mendapatkan pengakuan dan kesempatan yang setara.

Film Istimewa: Kisah Inspiratif

Disutradarai oleh Ruben Adrian, film Istimewa tidak hanya menampilkan perjuangan anak-anak tersebut, tetapi juga menggambarkan kemandirian dan ikatan persahabatan yang terjalin di antara mereka. Sepanjang perjalanan mereka, anak-anak akan menghadapi berbagai tantangan yang menguji hubungan mereka serta situasi eksploitasi yang mungkin tidak mereka pahami.

Film ini dijadwalkan untuk tayang pada 17 September 2026, dan diharapkan dapat menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati penonton dengan kisah yang penuh makna.

Dengan tantangan yang dihadapi Ajil Ditto dalam Adu Akting dengan Anak Disabilitas di Film Istimewa, Ajil Ditto Akui Kesulitan Tahan Tangis, kita dapat melihat betapa pentingnya empati dan dukungan bagi anak-anak disabilitas. Film ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat akan potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *