Project Seru Penuh Kejutan

Diberi Makan hingga Disikat, Ini Cara Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Kurban Sebelum Menyembelih – Kisah Ibadah Penuh Ihsan

May 30, 2026 • 0 Views
Diberi Makan hingga Disikat, Ini Cara Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Kurban Sebelum Menyembelih - Kisah Ibadah Penuh Ihsan
Diberi Makan hingga Disikat, Ini Cara Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Kurban Sebelum Menyembelih - Kisah Ibadah Penuh Ihsan

PSPK – 30 Mei 2026 | Diberi Makan hingga Disikat, Ini Cara Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Kurban Sebelum Menyembelih menjadi sorotan utama ketika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan penyembelihan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2. Dua mahasiswa, Muhammad Faris Abid Muwaffaq dan Rifat Akhtar Rajwa, menunjukkan bagaimana ilmu, syariat, dan kepedulian terhadap hewan bersinergi dalam proses ibadah.

Latihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal

Faris, mahasiswa semester enam Pendidikan Matematika, pertama kali terjun ke dunia penyembelihan melalui pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Surakarta. Setelah memperoleh sertifikat, ia mengajak rekannya Rifat, mahasiswa Ilmu Komunikasi, untuk ikut belajar. Kedua mahasiswa kemudian melanjutkan pendidikan eksekutor di Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) yang diselenggarakan Juleha, memperdalam tata cara penyembelihan yang sesuai syariat.

Proses Tenang Sebelum Penyembelihan

Menurut Faris, kunci utama agar sapi tetap tenang adalah perlakuan yang humanis sejak hari pertama kedatangan hewan. Sapi diberi makan, air minum, diajak berinteraksi, bahkan disikat secara lembut. “Diberi Makan hingga Disikat, Ini Cara Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Kurban Sebelum Menyembelih” menjadi prinsip operasional panitia. Perhatian khusus diberikan pada jenis sapi; misalnya, sapi Bali yang lebih aktif memerlukan pendekatan ekstra.

Tantangan dan Solusi di Lapangan

Tantangan terbesar muncul dari karakter hewan. Beberapa sapi bersikap tenang, sementara yang lain, terutama jenis Bali, cenderung gelisah. Tim mahasiswa mengatasi hal ini dengan menyesuaikan jadwal pemberian makan, menyediakan area tenang, dan melakukan sikat lembut untuk menurunkan tingkat stres. Proses penyembelihan sendiri berlangsung cepat karena persiapan matang, namun fase pasca penyembelihan—pengulitan, pemotongan, dan pengemasan—memerlukan ketelitian ekstra.

Nilai Ibadah dan Etika Penyembelihan

Faris menekankan pentingnya niat dan prosedur syariat: mengucapkan ikrar, menyebut nama Allah, dan memastikan pemotongan pada saluran utama leher hewan. “Penyembelih harus memahami bahwa ibadah kurban dilakukan karena Allah SWT,” ujarnya. Rifat menambahkan bahwa pengalaman ini tidak hanya mengajarkan teknik, melainkan juga etika memperlakukan hewan dengan hormat, sebuah nilai yang akan dibawa mahasiswa ke masyarakat luas.

Harapan untuk Masa Depan

Mahasiswa UMS berharap program ini dapat berkembang menjadi platform edukasi yang lebih luas. Mereka ingin ilmu tentang penyembelihan halal tidak hanya terjaga di lingkungan kampus, melainkan tersebar ke mahasiswa lain dan masyarakat, menciptakan budaya penyembelihan yang sah secara syariat sekaligus berlandaskan ihsan.

Dengan semangat gotong royong melibatkan takmir masjid, dosen, karyawan, dan sesama mahasiswa, kegiatan kurban di UMS menjadi contoh konkret bagaimana nilai-nilai keagamaan, ilmiah, dan kemanusiaan dapat bersinergi. Diberi Makan hingga Disikat, Ini Cara Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Kurban Sebelum Menyembelih menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya memperlakukan hewan kurban dengan penuh rasa hormat sebelum ia menjadi sarana amal bagi yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *