PSPK – 29 Mei 2026 | Perayaan Iduladha 1447 Hijriah atau Iduladha 2026 menjadi momen sakral bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Namun, yang menarik perhatian publik belakangan adalah perbedaan libur Iduladha di berbagai negara yang sangat mencolok. Sementara Indonesia hanya menetapkan dua hari libur, sejumlah negara di Timur Tengah justru memberikan masa istirahat yang jauh lebih panjang bagi warganya — bahkan hingga sembilan hari berturut-turut. Perbedaan kebijakan ini menarik untuk dibahas karena mencerminkan prioritas masing-masing negara dalam menghormati hari raya keagamaan.
Indonesia: Dua Hari Libur Iduladha
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menetapkan libur Iduladha 2026 selama dua hari saja. Kedua hari tersebut terdiri dari satu hari libur nasional dan satu hari cuti bersama. Dibandingkan negara-negara lain, durasi ini tergolong singkat. Meskipun demikian, kebijakan ini sudah menjadi kebiasaan tahunan yang diterapkan pemerintah Indonesia untuk berbagai hari raya keagamaan. Bagi sebagian masyarakat, dua hari dianggap cukup untuk melaksanakan salat Id, penyembelihan hewan kurban, dan berkumpul bersama keluarga.
Arab Saudi: Empat Hari Libur untuk Sektor Publik dan Swasta
Sebagai pusat ibadah haji bagi umat Muslim sedunia, Arab Saudi memberikan perhatian khusus terhadap perayaan Iduladha. Pemerintah Kerajaan menetapkan libur selama empat hari untuk sektor publik maupun swasta, dimulai dari Hari Arafah pada 26 Mei 2026. Pegawai dijadwalkan baru kembali bekerja pada Minggu, 31 Mei 2026, setelah melewati akhir pekan pada hari Jumat dan Sabtu. Dengan demikian, masyarakat Arab Saudi mendapat kesempatan lebih panjang untuk merayakan hari raya yang sangat bermakna ini.
Turki: Empat Setengah Hari Libur
Turki menetapkan kebijakan libur Iduladha yang unik, yakni empat setengah hari. Libur penuh berlangsung mulai 27 Mei hingga 30 Mei 2026. Sementara itu, Hari Arafah pada 26 Mei ditetapkan sebagai hari libur setengah hari, di mana aktivitas kerja diberhentikan mulai pukul 13.00 waktu setempat. Kebijakan setengah hari ini memungkinkan pekerja untuk mempersiapkan diri menjelang hari raya tanpa harus kehilangan waktu kerja sepenuhnya.
Uni Emirat Arab: Hingga Sembilan Hari Libur bagi Pegawai Pemerintah
Inilah yang paling mencuri perhatian. Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi Uni Emirat Arab (UEA) menetapkan libur empat hari bagi pekerja sektor swasta, mulai 26 hingga 29 Mei 2026. Dengan tambahan akhir pekan Sabtu dan Minggu, sebagian pekerja sektor swasta dapat menikmati enam hari libur berturut-turut. Namun, yang paling fantastis adalah kebijakan untuk pegawai sektor publik. Mereka memperoleh lima hari libur resmi mulai 25 Mei hingga 29 Mei 2026. Bahkan, sebagian pegawai pemerintah di UEA dilaporkan bisa menikmati libur hingga sembilan hari. Angka ini menjadikan UEA sebagai salah satu negara dengan durasi libur Iduladha terpanjang di dunia.
Bahrain: Enam Hari Libur dengan Kompensasi
Bahrain memberikan libur bagi kementerian dan lembaga pemerintah mulai Selasa hingga Jumat selama periode Iduladha. Pemerintah Bahrain juga menambahkan cuti kompensasi pada Minggu, 31 Mei 2026, sehingga banyak pekerja dapat menikmati total enam hari libur. Kebijakan penambahan cuti kompensasi ini diapresiasi oleh masyarakat karena memberikan waktu lebih untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga besar.
Oman dan Mesir: Libur Panjang untuk Aparatur Negara
Di Oman, pemerintah menyamakan jadwal libur bagi pekerja sektor publik dan swasta. Libur berlangsung mulai 26 Mei hingga 30 Mei 2026, dengan aktivitas kerja yang kembali normal pada Minggu, 31 Mei 2026. Kebijakan penyamaan ini dinilai adil karena tidak menciptakan kesenjangan antara pekerja sektor pemerintah dan swasta.
Sementara itu, pemerintah Mesir menetapkan libur nasional selama enam hari, mulai 26 hingga 31 Mei 2026. Hari libur tersebut ditetapkan untuk pegawai kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan milik negara. Durasi enam hari ini tergolong panjang dan memberikan ruang bagi masyarakat Mesir untuk merayakan Iduladha secara penuh.
Perbedaan Libur Iduladha di Berbagai Negara: Refleksi Prioritas Kultural
Jika dicermati lebih dalam, perbedaan libur Iduladha di berbagai negara bukan sekadar soal durasi, melainkan juga refleksi dari prioritas kultural dan kebijakan ketenagakerjaan masing-masing negara. Negara-negara di Timur Tengah, yang secara historis dan kultural sangat terikat dengan tradisi Islam, cenderung memberikan libur lebih panjang. Hal ini wajar mengingat Iduladha memiliki makna spiritual yang sangat mendalam, terkait dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Di sisi lain, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia justru menetapkan durasi libur yang relatif singkat. Pertimbangan ekonomi dan produktivitas nasional diduga menjadi faktor utama di balik kebijakan tersebut. Meskipun demikian, perbedaan kebijakan ini kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama ketika warganet membandingkan durasi libur di Indonesia dengan negara-negara lain.
Yang juga tak kalah menarik adalah kebijakan LPP RRI (Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia) yang memberikan libur hingga sembilan hari bagi pegawainya selama periode Iduladha 2026. Kebijakan ini menjadi sorotan tersendiri mengingat LPP RRI merupakan lembaga penyiaran publik yang seharusnya beroperasi setiap hari. Durasi libur sembilan hari ini sejajar dengan yang dinikmati oleh sebagian pegawai pemerintah di Uni Emirat Arab, menjadikannya salah satu kebijakan libur terpanjang di kalangan lembaga publik di Indonesia.
Tabel Perbandingan Durasi Libur Iduladha 2026
- Indonesia: 2 hari (1 hari libur nasional + 1 hari cuti bersama)
- Arab Saudi: 4 hari (termasuk Hari Arafah)
- Turki: 4,5 hari (termasuk setengah hari di Hari Arafah)
- Uni Emirat Arab (sektor swasta): 4 hari libur resmi, hingga 6 hari dengan akhir pekan
- Uni Emirat Arab (sektor publik): 5 hari libur resmi, hingga 9 hari bagi sebagian pegawai
- Bahrain: 6 hari (termasuk cuti kompensasi)
- Oman: 5 hari
- Mesir: 6 hari
- LPP RRI: 9 hari
Perbandingan di atas menunjukkan bahwa kebijakan libur Iduladha sangat bervariasi dari satu negara ke negara lain. Meskipun Indonesia menetapkan durasi yang lebih singkat, bukan berarti perayaan Iduladha di tanah air kurang meriah. Semangat berkurban, saling berbagi, dan mempererat tali silaturahmi tetap menjadi inti dari perayaan ini, berapa pun durasi liburnya.
Perbedaan libur Iduladha di berbagai negara hingga sembilan hari yang diterapkan LPP RRI mengingatkan kita bahwa setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam mengakomodasi hari raya keagamaan. Yang terpenting bukanlah lamanya waktu libur, melainkan makna di balik perayaan Iduladha itu sendiri — yakni ketulusan dalam berkorban dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.












