PSPK – 08 Maret 2026 | Jakarta – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, ketika seorang bayi berusia sekitar tiga bulan ditemukan tergeletak di dalam sebuah gerobak nasi uduk pada hari Selasa (5/3/2024). Penemuan tersebut langsung memicu respons cepat dari penjual, pengunjung, hingga aparat kepolisian setempat.
Kronologi Penemuan
Pukul 10.15 WIB, seorang pembeli nasi uduk yang baru saja menerima pesanan menoleh ke arah belakang gerobak dan menemukan seorang bayi yang tampak tergeletak di dalam kotak pendingin. Bayi tersebut tidak memakai pakaian lengkap, hanya mengenakan selimut tipis dan tampak lemas. Tanpa menunggu lama, pembeli tersebut menghubungi penjual dan sekaligus memanggil tim ambulans yang berada di dekatnya.
- 10.18 WIB – Penjual gerobak, Budi Santoso (35), langsung mengangkat bayi dan menyerahkannya kepada petugas medis yang tiba dalam hitungan menit.
- 10.22 WIB – Tim medis melakukan pemeriksaan awal di lokasi, mencatat tanda-tanda dehidrasi ringan dan suhu tubuh 36,8°C.
- 10.30 WIB – Bayi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebayoran Lama untuk pemeriksaan lebih lanjut.
- 11.00 WIB – Polisi setempat (Polsek Pejaten) tiba di lokasi, melakukan pencatatan barang bukti dan memulai penyelidikan.
Reaksi Penjual dan Pengunjung
Penjual gerobak, Budi, menyatakan keheranannya atas temuan tersebut. “Saya tidak pernah melihat bayi ini sebelumnya, bahkan tidak ada orang tua yang menunggu di sini,” ujarnya. Pengunjung lain yang menyaksikan kejadian itu turut membantu, antara lain dengan menenangkan bayi dan menyediakan selimut tambahan.
Penyelidikan Polisi
Polisi mengungkapkan bahwa mereka sedang memeriksa rekaman CCTV sekitar area gerobak dan toko-toko sekitarnya. “Kami telah mengidentifikasi beberapa rekaman yang menunjukkan seorang pria berpenampilan tidak mencolok membawa sebuah kotak besar ke arah gerobak sekitar pukul 09.45 WIB,” kata Kombes Pol. Andi Pratama. Selanjutnya, polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk melacak kemungkinan identitas orang tua atau pelaku.
Tanggapan Pemerintah dan Lembaga Sosial
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan keprihatinannya melalui media sosial resmi, menekankan pentingnya perlindungan anak. “Kasus ini mengingatkan kita semua akan tanggung jawab bersama untuk melindungi anak-anak yang paling rentan,” tulisnya.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) juga memberikan pernyataan, menuntut penyelidikan yang transparan serta penegakan hukum yang tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam penelantaran anak.
Langkah Selanjutnya
Setelah pemeriksaan medis, bayi tersebut dinyatakan dalam kondisi stabil dan dijadwalkan untuk diadopsi melalui program adopsi resmi pemerintah. Sementara itu, polisi terus menelusuri jejak digital dan saksi mata untuk mengungkap latar belakang penemuan.
Kasus ini menambah daftar insiden penelantaran anak di wilayah metropolitan, menggarisbawahi pentingnya sistem pelaporan cepat dan kerja sama antar lembaga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan segala tanda-tanda penelantaran kepada pihak berwenang.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi artikel lengkap di MSN.












