PSPK – 13 Mei 2026 | PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali menjadi sorotan utama dalam dunia konstruksi Indonesia setelah memperoleh sertifikasi sistem manajemen terintegrasi dari PT SUCOFINDO (Persero) dan melakukan perombakan signifikan pada jajaran dewan komisaris serta direksi. Kedua langkah strategis ini menegaskan komitmen perusahaan pada tata kelola yang profesional, transparan, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi oleh SUCOFINDO
Pada 13 Mei 2026, SUCOFINDO menyerahkan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) kepada WIKA. Sertifikasi mencakup enam standar internasional yang kini menjadi acuan utama perusahaan:
- SNI ISO 9001:2015 – Sistem Manajemen Mutu
- SNI ISO 14001:2015 – Sistem Manajemen Lingkungan
- SNI ISO 45001:2018 – Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- SNI ISO 37001:2025 – Sistem Manajemen Anti Penyuapan
- SNI ISO 31000:2018 – Manajemen Risiko
- SNI ISO 21502:2020 – Panduan Manajemen Proyek
Direktur Komersial SUCOFINDO, Agus Permadi, menekankan bahwa penerapan sistem manajemen terintegrasi bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi untuk menjaga kualitas proyek, mengendalikan risiko, dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Ia menambahkan bahwa standar internasional ini membantu WIKA beradaptasi dengan dinamika regulasi dan tuntutan keberlanjutan yang semakin ketat.
Perombakan Dewan Komisaris dan Direksi
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026, menghasilkan perubahan struktural pada pimpinan perusahaan. Berikut susunan terbaru:
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Komisaris Utama | Apri Artoto |
| Komisaris Independen | Suryo Hasporo Tri Utomo |
| Komisaris Independen | Adityawarman |
| Komisaris Independen | Harris Arthur Hedar |
| Komisaris | Suwarta |
| Direktur Utama | I Ketut Pasek Senjaya Putra |
| Direktur Manajemen SDM & Transformasi | Hadjar Seti Adji |
| Direktur Operasi I | Hananto Aji |
| Direktur Operasi II | Sonny Setyadhy |
| Direktur Manajemen Risiko & Legal | Vera Kirana |
| Direktur Keuangan | Mulyadi |
Perubahan ini mencerminkan upaya WIKA untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan akuntabilitas, serta menyiapkan struktur kepemimpinan yang lebih responsif terhadap tantangan industri konstruksi yang kompetitif.
Implikasi bagi Kinerja dan Industri
Selama tahun buku 2025, WIKA mencatat pencapaian finansial yang mengesankan: kontrak baru senilai Rp17,46 triliun, total kontrak yang dihadapi mencapai Rp50,55 triliun, penjualan sebesar Rp20,44 triliun, dan total aset mencapai Rp50,15 triliun. Kombinasi antara sertifikasi SMT dan perombakan manajemen diyakini akan memperkuat posisi perusahaan dalam memperoleh proyek strategis, terutama yang menuntut standar tinggi dalam kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan.
Direktur Manajemen Risiko dan Legal WIKA, Fafan Khoirul Fanani, menegaskan bahwa sertifikasi ini menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Ia menambahkan bahwa integrasi standar ISO akan mempermudah pengendalian risiko operasional serta meningkatkan kepercayaan investor dan pemerintah.
Secara lebih luas, langkah WIKA dapat menjadi contoh bagi perusahaan konstruksi lain di Indonesia. Dengan menegakkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan mengadopsi standar internasional, sektor konstruksi dapat berkontribusi lebih signifikan pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Ke depan, WIKA berencana memanfaatkan sertifikasi tersebut untuk memperluas portofolio proyek infrastruktur, termasuk pengembangan jaringan transportasi, energi terbarukan, dan fasilitas publik yang ramah lingkungan. Perombakan kepemimpinan diharapkan memberikan sinergi yang kuat antara visi strategis dan eksekusi operasional, memastikan bahwa setiap proyek tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan yang diharapkan oleh masyarakat.
Dengan kombinasi sertifikasi terintegrasi dan kepemimpinan baru, PT Wijaya Karya berada pada posisi yang kuat untuk menjadi pionir dalam transformasi industri konstruksi Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau, aman, dan efisien.












