PSPK – 07 Maret 2026 | Jumat, 6 Maret 2026 menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim di Indonesia. Saat matahari terbenam, menandai berakhirnya puasa hari ini, sekaligus menandai dimulainya malam Nuzulul Quran, peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati pada malam 17 Ramadan. Berita ini menyajikan rangkaian waktu maghrib di berbagai wilayah, penjelasan keutamaan malam Nuzulul Quran, serta rekomendasi ibadah yang dapat dilakukan umat dalam rangka menambah pahala.
Waktu Maghrib di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)
Berikut jadwal maghrib dan isya untuk beberapa kabupaten di NTT pada Jumat, 6 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H):
| Kabupaten/ Kota | Maghrib (WITA) | Isya (WITA) |
|---|---|---|
| Kota Kupang | 18.08 | 19.17 |
| Kabupaten Kupang | 18.06 | 19.16 |
| Kab. Timor Tengah Selatan | 18.09 | 19.14 |
| Kab. Timor Tengah Utara | 18.04 | 19.13 |
| Kab. Belu | 18.02 | 19.11 |
| Kab. Malaka | 18.02 | 19.11 |
| Kab. Rote Ndao | 18.10 | 19.20 |
| Kab. Manggarai Barat | 18.22 | 19.31 |
| Kab. Sabu Raijua | 18.14 | 19.24 |
Waktu maghrib tersebut menjadi acuan utama bagi jutaan umat yang menunggu momen berbuka puasa. Setelah adzan maghrib, biasanya diikuti doa berbuka yang telah disebutkan dalam tradisi Nabi, antara lain doa “Dzahabazh zhoma’u” dan “Allaahumma laka sumtu”.
Malam Nuzulul Quran: Sejarah dan Keutamaan
Nuzulul Quran diperingati pada malam Jumat, 6 Maret 2026, karena kalender Hijriah beralih pada saat matahari terbenam. Peristiwa historis ini menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira pada malam 17 Ramadan, yang bertepatan dengan tanggal 7 Maret 2026 dalam kalender Masehi. Karena pergantian hari dalam Hijriah terjadi saat terbenam, malam Nuzulul Quran secara teknis dimulai pada Jumat malam ini.
Keutamaan malam tersebut antara lain:
- Pahala kebaikan yang dilipatgandakan; tiap huruf yang dibaca dalam Al‑Qur’an menghasilkan sepuluh kebaikan (HR At‑Tirmidzi).
- Penghapusan dosa bagi yang menghidupkan malam dengan ibadah (HR Bukhari).
- Waktu turun‑nya malaikat ke bumi untuk mencatat amal baik.
- Malam keselamatan, kesejahteraan, dan kemuliaan yang setara dengan Lailatul Qadar.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran
Umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah pada malam ini, antara lain:
- Membaca Al‑Qur’an secara khusyuk, mengulang ayat‑ayat yang mengingatkan tentang keutamaan malam.
- Berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT, terutama memohon ampunan dan rahmat.
- Melakukan shalat malam (Tahajjud) dengan niat khusus untuk Nuzulul Quran.
- Jika memungkinkan, melakukan i’tikaf di masjid atau tempat yang tenang.
Selain itu, memperbanyak sedekah, memberi makanan berbuka kepada yang membutuhkan, dan melaksanakan amal sosial dianggap memperkuat semangat kebersamaan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Rekomendasi Jadwal Ibadah untuk Menyambut Matahari Terbenam
Berikut contoh susunan kegiatan bagi mereka yang berada di wilayah NTT:
- 16:30 – 17:30 WITA: Persiapan sahur dan membaca Al‑Qur’an.
- 17:30 – 18:00 WITA: Shalat Dhuha atau dzikir ringan.
- 18:08 – 18:15 WITA: Menunggu adzan Maghrib, membaca doa berbuka.
- 18:15 – 18:30 WITA: Berbuka puasa bersama keluarga, disertai doa.
- 18:30 – 20:00 WITA: Shalat Maghrib dan Isya berjamaah, kemudian melanjutkan Tarawih.
- 20:30 – 22:00 WITA: Membaca Al‑Qur’an, tahajjud, atau i’tikaf.
Jadwal di atas bersifat fleksibel, namun diharapkan dapat membantu umat mengoptimalkan waktu antara berbuka dan malam Nuzulul Quran.
Dengan matahari terbenam yang menandai berakhirnya puasa dan sekaligus membuka pintu malam suci Nuzulul Quran, Jumat, 6 Maret 2026 menjadi momen refleksi spiritual serta kebersamaan sosial. Semoga setiap umat yang memanfaatkan waktu ini mendapatkan pahala berlipat dan pengampunan dari Allah SWT.












