PSPK – 07 Maret 2026 | PT BFI Finance Indonesia Tbk mencatat total pendapatan sebesar Rp6,7 triliun sepanjang tahun 2025, menandakan pertumbuhan sekitar 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini terjadi meski industri pembiayaan menghadapi tekanan pada daya beli konsumen dan perubahan pola konsumsi.
Manajemen menekankan pentingnya menjaga ketahanan bisnis melalui penguatan kualitas portofolio serta adaptasi operasional yang responsif terhadap dinamika pasar. Fondasi permodalan yang kuat, likuiditas memadai, dan pengelolaan risiko yang disiplin menjadi faktor penopang stabilitas perusahaan.
Di sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp25,5 triliun pada akhir 2025, meningkat 1,4% dari 2024. Managed receivables naik 8,9% menjadi Rp26,3 triliun, memperkuat posisi likuiditas.
Penyaluran pembiayaan baru tercatat Rp21,9 triliun, naik 9,3% dibandingkan realisasi 2024. Portofolio pembiayaan tetap didominasi oleh segmen produktif, dengan rincian sebagai berikut:
- Modal kerja: 57,3% dari total piutang dikelola
- Investasi: 17,6%
- Multiguna: 22,0%
- Pembiayaan berbasis syariah: 3,1%
Laba bersih perusahaan mencapai Rp1,581 triliun, tumbuh 1% YoY. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap rendah, dengan NPF bruto 1,39% dan NPF neto 0,22%, di bawah rata-rata industri yang masing-masing berada pada 2,51% dan 0,77%.
| Indikator | 2025 | 2024 |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp6,7 triliun | Rp6,3 triliun |
| Laba Bersih | Rp1,581 triliun | Rp1,566 triliun |
| Total Aset | Rp25,5 triliun | Rp25,2 triliun |
| Managed Receivables | Rp26,3 triliun | Rp24,1 triliun |
| Penyaluran Baru | Rp21,9 triliun | Rp20,0 triliun |
Rasio keuangan utama menunjukkan kondisi yang sehat: Return on Asset (ROA) 7,9%, Return on Equity (ROE) 14,8%, dan gearing ratio 1,3 kali. Pada tahun 2025, BFI Finance membagikan dividen interim sebesar Rp35 per saham (total sekitar Rp520 miliar) dan mencatat total dividen tahunan Rp902 miliar untuk tahun buku 2024.
Manajemen menilai bahwa stabilitas kinerja dan pengelolaan risiko yang terjaga menjadi landasan penting untuk melanjutkan pertumbuhan pada periode mendatang.












