PSPK – 22 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan tetap berada dalam fase konsolidasi pada perdagangan Rabu, 22 April 2026, dengan tekanan jual yang masih mengintai. Setelah sesi sebelumnya berakhir dengan penurunan 0,46% ke angka 7.559, indikator teknikal mengisyaratkan potensi penurunan lebih lanjut menuju zona 7.245–7.447 untuk menutup gap yang terbentuk.
Sentimen negatif utama berasal dari kebijakan terbaru Rebalancing MSCI. MSCI berencana menyingkirkan perusahaan dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi (High Shareholding Concentration). Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya outflow dana signifikan dari dana pasif, khususnya pada dua emiten energi besar: PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Diperkirakan BREN dapat mengalami tekanan jual hingga Rp6 triliun, sementara DSSA berpotensi kehilangan Rp9 triliun. Meskipun aliran dana keluar resmi berlaku mulai 1 Juni 2026, pasar sudah mulai menyesuaikan posisi lebih awal, terbukti dari penurunan harga saham DSSA sebesar 14,98% dan BREN sebesar 9,47% pada hari Selasa.
Zona teknikal penting IHSG:
- Support: 7.488 (zona pertahanan utama) dengan bantalan di 7.351.
- Resistance: 7.700 (batas rebound pertama) dan selanjutnya 7.861.
Di tengah tekanan tersebut, beberapa saham tetap menunjukkan ketahanan teknikal dan menjadi rekomendasi pantauan, antara lain BRPT, CDIA, PTRO, dan RATU. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek dan memperhatikan data ekonomi domestik sebagai penyeimbang sentimen eksternal yang dipicu oleh Rebalancing MSCI.












