PSPK – 07 Maret 2026 | Presenter sekaligus aktor Gading Marten kembali tiba di Jakarta dengan selamat setelah mengalami penundaan penerbangan yang dipicu oleh situasi geopolitik di Timur Tengah. Pada akhir Februari 2026, Gading bersama kekasihnya, Medina Dina, menghabiskan liburan di Barcelona, Spanyol, termasuk menonton laga FC Barcelona melawan Villarreal di Stadion Camp Nou.
Rencana kepulangan mereka terganggu ketika operasi militer yang dinamakan “Operation Lion’s Roar” menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara pada 28 Februari 2026. Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat, sehingga ruang udara di Iran, Israel, Irak, Yordania, dan Uni Emirat Arab ditutup sementara. Penutupan bandara internasional hingga 2 Maret 2026 menyebabkan ribuan penumpang, termasuk Gading dan Medina, terpaksa menunda perjalanan.
Gading membagikan momen menunggu di bandara melalui unggahan Instagram pada 6 Maret 2026 dengan foto latar belakang pesawat dan caption “Let’s go home”. Beberapa hari kemudian, ia mengunggah foto dirinya berada di dalam mobil yang melintasi gerbang Tol Krukut, Depok, menuju kawasan Andara, Jakarta Selatan, sambil menuliskan “Puji Tuhan, mendarat dengan selamat di Jakarta. Home sweet home”.
Selama terjebak di Eropa, Gading menerima banyak pesan dari teman‑teman yang menanyakan kondisi kesehatannya. Ia menanggapi dengan rasa terharu, mengakui pentingnya dukungan tersebut. Untuk kembali ke Indonesia, Gading harus mencari penerbangan alternatif dari kota lain, yang akhirnya berhasil ia dapatkan.
Di sela menunggu, ia tetap merasakan kehangatan tanah air dengan menyantap hidangan Indonesia bersama komunitas mahasiswa Indonesia di Eropa, seperti ayam bakar, bakwan jagung, mendoan, dan soto tangkar. “Banyak teman‑teman mahasiswi Indonesia, semangat, dan aku berasa di rumah,” ungkapnya.
Setelah menempuh proses pencarian penerbangan dan menunggu pembukaan kembali jalur udara, Gading Marten akhirnya berhasil kembali ke Indonesia tanpa insiden, menutup rangkaian perjalanan yang sempat penuh tantangan.












