Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Kapan Hari Perempuan Internasional Diperingati? Intip Tema dan Sejarahnya

March 7, 2026 • 0 Views
Kapan Hari Perempuan Internasional Diperingati? Intip Tema dan Sejarahnya
Kapan Hari Perempuan Internasional Diperingati? Intip Tema dan Sejarahnya

PSPK – 07 Maret 2026 | Setiap tahunnya, tanggal 8 Maret menjadi momentum global untuk memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day). Hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk menyoroti pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan serta mempercepat upaya kesetaraan gender.

Sejarah peringatan ini berakar pada perjuangan perempuan pada awal abad ke‑20. Pada tahun 1908, sekitar 15.000 perempuan di New York City turun ke jalan menuntut jam kerja yang lebih singkat, upah yang adil, dan hak pilih. Setahun kemudian, Partai Sosialis Amerika menetapkan Hari Perempuan Nasional pertama pada 28 Februari 1909.

Gagasan menjadikannya peringatan internasional muncul pada Konferensi Internasional Perempuan Pekerja ke‑2 di Kopenhagen tahun 1910, ketika Clara Zetkin dari Jerman mengusulkan satu hari khusus perempuan yang dirayakan secara seragam. Usulan tersebut mendapat dukungan lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, menandai lahirnya Hari Perempuan Internasional secara global.

Perayaan pertama secara resmi terjadi pada 19 Maret 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, dengan partisipasi lebih dari satu juta orang. Pada tahun 1913, perempuan Rusia memperingati hari tersebut pada 23 Februari menurut kalender Julian; konversi ke kalender Gregorian menghasilkan tanggal 8 Maret, yang kemudian diadopsi secara universal.

Pada 1975, Perserikatan Bangsa Bagian mengakui Hari Perempuan Internasional dalam rangka Tahun Perserikatan Bangsa Bagian untuk Perempuan. Dua tahun kemudian, Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi yang menetapkan 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak‑Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional, memperkuat status hari tersebut di panggung dunia.

Untuk tahun 2026, tema yang diusung adalah “Give To Gain”—memberi untuk mendapatkan. Tema ini menekankan pentingnya kemurahan hati, kolaborasi, dan dukungan konkret—baik berupa donasi, mentoring, pelatihan, atau advokasi—sebagai kunci membuka peluang lebih luas bagi perempuan dan anak perempuan.

Walaupun 8 Maret bukan hari libur nasional di Indonesia, banyak komunitas, organisasi, serta perusahaan di seluruh nusantara menggelar berbagai acara, mulai dari seminar, pameran, hingga aksi sosial, untuk merayakan hari tersebut. Di beberapa negara seperti Rusia, Ukraina, dan beberapa negara lainnya, tanggal ini memang dijadikan hari libur resmi.

Dengan menandai lebih dari satu abad perjuangan, Hari Perempuan Internasional terus menjadi simbol semangat jutaan perempuan di seluruh dunia yang berjuang demi kesetaraan. Setiap 8 Maret, kita diingatkan untuk terus mendukung dan memperjuangkan hak-hak mereka, serta berkontribusi pada perubahan yang inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *