PSPK – 07 Maret 2026 | Perdana Menteri Kanada Mark Carney tiba di Tokyo pada 6 Maret sebagai kunjungan terakhir dalam tur tiga negara Asia‑Pasifik yang juga mencakup India dan Australia. Perjalanan ini menjadi bagian dari upaya Ottawa untuk memperluas jaringan perdagangan dan memperkuat aliansi di kawasan Indo‑Pasifik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Di Tokyo, Carney menjadwalkan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Kedua pemimpin membahas cara memperdalam kerja sama di bidang ekonomi utama serta keamanan dan pertahanan, termasuk komitmen bersama terhadap Indo‑Pasifik yang bebas dan terbuka.
Visi Carney menekankan pentingnya “kekuatan menengah” – negara‑negara yang tidak berada di antara dua kekuatan besar, namun memiliki pengaruh ekonomi dan diplomatik yang signifikan. Ia mengingatkan bahwa negara‑negara dengan peran seperti itu dapat memilih antara bersaing untuk dukungan atau bersatu menciptakan jalur ketiga yang berdampak, sebuah gagasan yang ia sampaikan pada Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Para akademisi menilai bahwa Jepang menjadi pusat strategi ini. Prof. Kei Koga dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura, menyoroti kesamaan nilai demokrasi dan hak asasi manusia antara Kanada dan Jepang, sementara Prof. Tomoo Kikuchi dari Universitas Waseda menekankan kebutuhan Jepang akan pasokan energi yang stabil mengingat inflasi dan biaya hidup yang tinggi.
Landasan Ekonomi yang Kuat
Hubungan ekonomi Kanada‑Jepang telah lama terjalin, didukung oleh perdagangan dan investasi yang signifikan. Berdasarkan data resmi, Jepang menempati posisi keempat sebagai investor asing terbesar di Kanada, setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok, serta menjadi mitra dagang terbesar kelima Kanada berdasarkan volume produk.
- Ekspor Jepang ke Kanada: mobil, mesin industri, peralatan medis.
- Ekspor Kanada ke Jepang: canola, gandum, daging sapi dan babi, mineral, serta energi, termasuk LNG yang mulai diimpor pada tahun lalu.
Proyek LNG Canada senilai C$40 miliar (US$29 miliar) di British Columbia melibatkan Mitsubishi Corporation dengan kepemilikan 15 % saham, menandakan integrasi energi yang semakin dalam antara kedua negara.
Kerja Sama Keamanan
Di bidang keamanan, Kanada dan Jepang memperkuat koordinasi melalui latihan maritim di perairan Asia serta perjanjian transfer teknologi pertahanan dan pertukaran informasi. Namun, analis mencatat bahwa komitmen Kanada mungkin bersifat parsial karena peran utamanya dalam NATO, yang berfokus pada keamanan Eropa.
Keseimbangan Kekuatan Regional
Kedua negara menghadapi tekanan dari dua kekuatan besar: Amerika Serikat dan Tiongkok. Mereka harus menanggapi kebijakan perdagangan dan keamanan AS yang berubah-ubah, termasuk tarif dan permintaan peningkatan belanja pertahanan, sambil tetap menjaga hubungan ekonomi selektif dengan Tiongkok. Jepang juga harus menavigasi ketegangan dengan Beijing terkait Taiwan dan isu keamanan regional lainnya.
Pertemuan di Tokyo ini menjadi pertemuan bilateral formal pertama kedua pemimpin di Jepang, menguji kemampuan Kanada dan Jepang mengubah kepentingan bersama menjadi strategi praktis bagi kekuatan menengah. Keberhasilan kolaborasi ini dapat menjadi model bagi negara‑negara lain yang ingin menyeimbangkan peran di antara raksasa global.










