PSPK – 20 April 2026 | Obligasi regional di Asia mencatat arus keluar dana asing terbesar dalam empat tahun pada bulan Maret 2024. Kenaikan harga minyak mentah Brent yang dipicu ketegangan di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran inflasi, sehingga investor mengurangi eksposur pada aset pendapatan tetap.
| Negara | Arus (USD miliar) | Keterangan |
|---|---|---|
| Korea Selatan | -7,25 | Arus keluar terbesar, dipicu kekhawatiran harga minyak |
| Indonesia | -1,8 | Investor asing menjual obligasi pemerintah |
| Thailand | -0,708 | Penarikan dana oleh investor luar negeri |
| Malaysia | +1,52 | Arus masuk lintas batas |
| India | +0,671 | Arus masuk lintas batas |
Kepala riset Asia ANZ, Khoon Goh, menyatakan bahwa prospek inflasi yang lebih tinggi mengurangi daya tarik aset jangka panjang. Sementara Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menekankan bahwa harga energi yang tetap tinggi dan ketegangan di Selat Hormuz dapat menancapkan inflasi pada barang dan jasa.
Secara keseluruhan, arus keluar ini menandai bulan Maret sebagai periode dengan penarikan dana asing terbesar sejak Maret 2022, menyoroti sensitivitas pasar obligasi Asia terhadap dinamika energi dan kebijakan moneter global.












