PSPK – 19 April 2026 | Polisi Austria menemukan adanya racun tikus di dalam satu toples makanan bayi bermerk HiPP, yang kemudian memicu penarikan produk secara luas di jaringan supermarket SPAR.
Kronologi Penemuan
Pada Sabtu malam, 18 April, aparat kepolisian di provinsi Burgenland menyita toples makanan bayi yang diduga telah dimanipulasi. Analisis laboratorium menunjukkan keberadaan racun tikus pada sampel tersebut. Penyelidikan juga melibatkan otoritas di Republik Ceko dan Slovakia, yang menyita produk serupa.
Reaksi Produsen dan Pemerintah
HiPP, produsen asal Jerman, segera mengumumkan penarikan kembali produk “wortel dengan kentang” dari semua gerai SPAR di Austria. Badan perlindungan pangan Austria menegaskan bahwa racun tikus kemungkinan dimasukkan sebagai bagian dari skema pemerasan, dan meminta konsumen untuk tidak mengonsumsi produk yang berlabel putih dengan lingkaran merah di dasar toples.
Dampak Terhadap Pasar Makanan Bayi
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kontaminasi pada makanan bayi di tingkat global. Sejak Desember, beberapa perusahaan besar seperti Nestlé, Danone, dan Lactalis telah menarik susu formula dari lebih dari 60 negara karena terdeteksi racun cereulide, yang dapat menyebabkan gejala gastrointestinal serius bahkan kematian pada bayi.
Langkah yang Dapat Diambil Konsumen
- Periksa label toples; hindari produk dengan tanda lingkaran merah pada bagian bawah.
- Kembalikan produk yang mencurigakan ke toko tempat pembelian untuk mendapatkan pengembalian dana.
- Hubungi layanan pelanggan produsen atau otoritas kesehatan setempat untuk melaporkan temuan.
- Pantau informasi resmi dari badan perlindungan konsumen mengenai produk yang sedang ditarik.
Penarikan produk ini diharapkan dapat mencegah potensi bahaya lebih lanjut dan meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan bayi di seluruh Eropa.












