PSPK – 19 April 2026 | Jakarta, 19 April 2026 – Sorotan publik kembali tertuju pada produk air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA setelah gambar balita muncul di kemasan bundling. Kontroversi ini memicu perdebatan luas di media sosial, menuduh Danone, pemilik merek AQUA, melakukan pemasaran khusus untuk bayi. Dalam klarifikasi resmi, Danone menegaskan bahwa gambar tersebut merupakan bagian dari label sekunder pada kemasan bundling, bukan label utama yang menempel pada botol.
Latar Belakang Isu
Isu berawal ketika foto sebuah balita terlihat pada gambar kemasan yang diposting oleh sejumlah pengguna media sosial. Gambar tersebut ditafsirkan sebagai upaya mempromosikan produk kepada anak-anak, menimbulkan kecemasan tentang keamanan dan etika pemasaran produk makanan dan minuman kepada konsumen muda. Namun, penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa gambar itu berada pada kemasan luar (outer pack) yang hanya dipakai untuk distribusi bundling enam botol AQUA 1500 ml.
Penjelasan Danone
Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, memberikan penjelasan rinci melalui pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa label sekunder berfungsi sebagai informasi tambahan bagi distributor, membantu identifikasi produk dalam penjualan bundling. “Visual yang dimaksud merupakan bagian dari secondary label pada kemasan bundling 6 botol AQUA 1500 ml, bukan label utama produk sebagaimana label di kemasan utama (di botol),” ujar Arif.
Arif menambahkan bahwa bila dilihat secara utuh, label sekunder menampilkan ilustrasi sebuah keluarga lengkap, bukan balita sebagai objek tunggal. Ia juga menegaskan tidak ada klaim atau pesan bahwa produk tersebut ditujukan khusus bagi bayi atau balita, dan seluruh informasi pada label utama telah sesuai dengan ketentuan BPOM.
Kaitannya dengan Recall Produk Bayi Danone
Sementara klarifikasi tersebut menenangkan sebagian publik, konteks global mengenai Danone tidak dapat diabaikan. Pada awal tahun 2026, Danone mengalami recall massal formula bayi di Austria dan Jerman setelah terdeteksi kontaminasi toxin cereulide pada lebih dari 120 batch. Recall tersebut menimbulkan kekhawatiran serupa tentang keamanan produk makanan untuk anak-anak.
Insiden recall tersebut, yang dilaporkan oleh media internasional, memicu pertanyaan tentang prosedur kontrol kualitas Danone di pasar global. Meskipun produk AQUA tidak terkait dengan recall tersebut, konsumen Indonesia memperhatikan bagaimana perusahaan mengelola isu keamanan dan transparansi.
Reaksi Publik dan Regulator
Berbagai pihak, termasuk Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) dan organisasi anak, menanggapi dengan mengingatkan pentingnya komunikasi visual yang jelas. Pengamat komunikasi menilai bahwa pemotongan gambar tanpa konteks dapat memunculkan persepsi keliru, terutama di era digital yang cepat menyebarkan potongan informasi.
BPOM menegaskan bahwa label utama produk AMDK harus mematuhi standar labelisasi, termasuk informasi gizi, tanggal kedaluwarsa, dan nomor registrasi. Karena label sekunder tidak mengandung informasi wajib, BPOM tidak menganggapnya pelanggaran, asalkan tidak menyesatkan konsumen.
Danone menyatakan telah melakukan peninjauan internal atas seluruh materi komunikasi dan kemasan, serta membuka jalur masukan bagi konsumen. “AQUA menghargai perhatian dan masukan dari berbagai pihak dan terus berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang bertanggung jawab dengan menjaga kepercayaan masyarakat,” tutup pernyataan Arif.
Implikasi bagi Industri Makanan dan Minuman
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi produsen makanan dan minuman dalam mengelola desain kemasan. Penggunaan elemen visual yang dapat ditafsirkan secara berbeda harus dipertimbangkan secara matang, terutama ketika menyangkut kelompok sensitif seperti anak-anak.
Selain itu, konsumen kini lebih kritis terhadap klaim pemasaran, menuntut transparansi yang lebih besar. Perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan label sekunder tanpa menimbulkan kebingungan, serta memastikan bahwa semua informasi penting tetap berada pada label utama yang diatur oleh regulator.
Secara keseluruhan, klarifikasi Danone berhasil menjelaskan konteks visual pada kemasan bundling AQUA, namun insiden ini mengingatkan industri akan pentingnya kejelasan visual dan kepatuhan regulasi, terutama di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan produk bagi anak-anak.












