PSPK – 19 April 2026 | Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon pada 17 April 2026. Kunjungan ini menjadi simbol dukungan negara terhadap upaya transformasi perusahaan baja terbesar di Indonesia.
Apresiasi Ketua MPR terhadap Transformasi
Dalam sambutan singkat, Muzani menilai bahwa perubahan yang dilakukan Krakatau Steel selama beberapa tahun terakhir telah menjadikannya entitas yang lebih adaptif, kompetitif, serta mampu memenuhi kebutuhan industri nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kinerja agar perusahaan terus mencatat laba dan memperbaiki tata kelola keuangan.
Faktor Kunci Keberhasilan
- Investasi pada peralatan produksi berbasis teknologi tinggi.
- Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan berkelanjutan.
- Penguatan rantai pasok domestik dan integrasi logistik.
Harapan Terhadap Peran Strategis
Muzani mengingatkan bahwa kebutuhan baja nasional akan terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur, industri otomotif, dan perkeretaapian. Ia berharap Krakatau Steel menjadi tumpuan utama dalam memenuhi kedaulatan baja serta memperluas pangsa pasar ekspor.
Pernyataan Direktur Utama
Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel, menyatakan bahwa kepercayaan negara merupakan katalis strategis bagi percepatan transformasi. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat rantai pasok nasional dan mendukung agenda hilirisasi industri yang selaras dengan Asta Cita Presiden.
Djohan juga mengungkapkan rencana pengembangan kawasan industri baru di Anyer, Serang, yang akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan luas awal 400 hektar dan target ekspansi hingga 2.000 hektar. Kawasan ini dirancang untuk mendukung sektor petrokimia dan industri strategis, serta menjadi magnet investasi di wilayah barat Indonesia.
Dengan fondasi yang semakin solid, Krakatau Steel diproyeksikan dapat menjadi aset strategis utama dalam mewujudkan kemandirian industri nasional dan memperkokoh pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.












