PSPK – 18 April 2026 | Rupiah Indonesia telah berada di atas level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat selama lebih dari seminggu. Pada penutupan pasar spot pada Jumat, 17 April 2026, nilai tukar tercatat Rp17.189 per dolar, menurun 0,29 % dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.139.
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan antara lain:
- Harga minyak dunia yang masih tinggi, memberikan tekanan inflasi dan nilai tukar.
- Kondisi cadangan devisa Indonesia yang harus tetap terjaga.
- Situasi fiskal pemerintah, termasuk defisit dan kebijakan belanja.
Moktar menyarankan para investor untuk mempertimbangkan alokasi aset ke dalam dolar AS sebagai langkah lindung nilai terhadap pelemahan rupiah. Ia menilai dolar dapat “menjadi payung” pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Pemerintah, menurut pernyataan Moktar, menargetkan nilai tukar sekitar Rp17.000 per dolar, namun tetap mengingatkan agar kurs tidak melampaui batas Rp18.000.












