PSPK – 17 April 2026 | Festival Songkran yang biasanya dirayakan sebagai perayaan penyambutan tahun baru Thailand berubah menjadi tragedi pada tahun 2026. Dalam tiga hari pertama perayaan, tercatat lebih dari 191 orang tewas, 951 insiden kecelakaan, dan 911 orang terluka.
Mayoritas kematian disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, termasuk mengemudi dalam kondisi mabuk dan kecepatan berlebih. Pada hari pertama saja, 51 korban meninggal dunia. Data menunjukkan kecepatan tinggi menjadi faktor utama pada 42 % kasus, sedangkan mengemudi di bawah pengaruh alkohol menyumbang 27,4 %.
| Statistik (3 hari pertama) | Jumlah |
|---|---|
| Korban jiwa | 191+ |
| Kecelakaan | 951 |
| Luka-luka | 911 |
| Kematian pada hari pertama | 51 |
Waktu paling rawan terjadi antara pukul 15.01 hingga 18.00 waktu setempat, menurut Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana. World Health Organization menempatkan Thailand pada peringkat kesembilan di antara negara‑negara anggota dengan tingkat kematian jalan raya tertinggi.
Festival Songkran juga menarik sekitar setengah juta wisatawan mancanegara, menghasilkan pendapatan sekitar 30,4 miliar baht (sekitar Rp16,2 triliun). Namun, peningkatan kunjungan juga menambah tekanan pada infrastruktur jalan.
Dalam upaya menegakkan ketertiban, pihak berwenang menangkap tujuh turis asal Prancis yang dianggap mengganggu arus lalu lintas saat bermain air. Mereka didakwa mengganggu ketertiban umum pada 12 April 2026.
Pemerintah Thailand telah meluncurkan kampanye keselamatan jalan, memperketat larangan mengemudi di bawah pengaruh alkohol, dan menambah pos pemeriksaan kepolisian. Meski demikian, perilaku berisiko seperti mengebut dan tidak memakai helm masih menjadi tantangan utama.












