PSPK – 06 Maret 2026 | Cheese doodle atau camilan keju yang berwarna oranye terang kini menjadi pilihan favorit di berbagai acara. Keunikan rasa dan teksturnya membuat banyak orang tak segan menodai jari dengan debu keju.
Sejarah camilan ini bermula dari sebuah kesalahan produksi pada akhir 1940-an. Morrie Yohai, yang saat itu menjabat sebagai presiden Old London Foods di Bronx, New York, bersama timnya bereksperimen menggunakan pakan ternak berbasis tepung jagung. Pada tahun 1948, mesin pengolah tepung mengalami kegagalan tekanan tinggi yang menghasilkan bentuk tabung kecil berwarna kuning.
Setelah proses pemanggangan dengan tambahan bumbu keju, produk tersebut berhasil menciptakan rasa gurih yang disukai konsumen. Produk ini kemudian dipasarkan dengan nama Cheez Doodles. Meskipun awalnya bersaing ketat dengan Cheetos, Cheez Doodles berhasil menembus pasar dan menjadi camilan ikonik.
- 1948 – Penemuan tidak sengaja saat proses pemanggangan tepung jagung.
- 1965 – Old London Foods dibeli oleh Borden Condensed Milk Company.
- Akhir 1960-an – Wise meluncurkan Crunchy Cheez Doodles yang semakin memperluas varian rasa.
Saat ini, cheese doodles tersedia dalam beragam rasa, mulai dari keju klasik hingga varian pedas atau manis. Camilan ini tidak hanya muncul di meja pesta, tetapi juga dijadikan bahan tambahan dalam resep makanan lain, seperti topping salad atau campuran adonan kue.
Popularitasnya membuat cheese doodles mendapatkan hari perayaan khusus, di mana para penggemar dapat menikmati kreasi baru dan berbagi pengalaman di media sosial. Keberhasilan camilan ini menunjukkan bagaimana sebuah kesalahan produksi dapat melahirkan inovasi yang bertahan lama di pasar makanan ringan.












