Project Seru Penuh Kejutan

Emas Pegadaian Turun Drastis pada 5 Maret 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Semua Kompak Menurun

March 5, 2026 • 0 Views
Emas Pegadaian Turun Drastis pada 5 Maret 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Semua Kompak Menurun
Emas Pegadaian Turun Drastis pada 5 Maret 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Semua Kompak Menurun

PSPK – 05 Maret 2026 | Pegadaian (Persero) mencatat penurunan tajam pada harga emas hari Rabu 4 Maret 2026 dan berlanjut hingga Kamis 5 Maret 2026. Baik emas Antam, UBS, maupun Galeri24 mengalami penurunan serentak pada semua ukuran, menandakan tekanan pasar yang meluas setelah gejolak geopolitik dan pergerakan dolar AS.

Rincian Harga Antam di Pegadaian

Harga jual emas Antam 0,5 gram turun menjadi Rp1.699.000, lebih murah Rp41.000 dibandingkan hari sebelumnya. Untuk ukuran 1 gram, harga jual tercatat Rp3.289.000, turun Rp83.000. Pada ukuran menengah, 5 gram dijual Rp15.154.000 (UBS) vs Rp15.081.000 (Galeri24) dan Antam 5 gram berada di Rp16.199.000. Harga 10 gram Antam berada pada Rp32.341.000, sementara 25 gram mencapai Rp80.716.000. Pada level besar, 100 gram Antam dipatok Rp322.609.000 dan 500 gram mencapai Rp1.612.246.000. Semua ukuran disertai buyback yang juga turun, contohnya buyback 1 gram Antam sebesar Rp2.882.000 dan buyback 500 gram Rp1.427.216.000.

Perbandingan UBS dan Galeri24

Emas UBS 1 gram dijual Rp3.091.000 (buyback Rp2.882.000), sedikit di bawah harga Antam namun masih lebih tinggi dari Galeri24 yang menawarkan Rp3.075.000 per gram dengan buyback Rp2.885.000. Pada pecahan 0,5 gram, UBS Rp1.670.000 (buyback Rp1.441.000) melampaui Galeri24 Rp1.613.000 (buyback Rp1.442.000). Untuk ukuran 5 gram, UBS Rp15.154.000 (buyback Rp14.413.000) melawan Galeri24 Rp15.081.000 (buyback Rp14.427.000). Pada ukuran 100 gram, UBS Rp300.169.000 (buyback Rp286.856.000) dibanding Galeri24 Rp298.819.000 (buyback Rp287.143.000). Selisih harga meski tipis secara persentase tetap signifikan bagi investor ritel.

Ringkasan Harga Utama (Gram)

Ukuran Antam (Jual) Antam (Buyback) UBS (Jual) UBS (Buyback) Galeri24 (Jual) Galeri24 (Buyback)
0,5 g Rp1.699.000 Rp1.441.000 Rp1.670.000 Rp1.441.000 Rp1.613.000 Rp1.442.000
1 g Rp3.289.000 Rp2.882.000 Rp3.091.000 Rp2.882.000 Rp3.075.000 Rp2.885.000
5 g Rp16.199.000 Rp14.413.000 Rp15.154.000 Rp14.413.000 Rp15.081.000 Rp14.427.000
10 g Rp32.341.000 Rp28.826.000 Rp30.150.000 Rp28.826.000 Rp30.082.000 Rp28.855.000
100 g Rp322.609.000 Rp286.856.000 Rp300.169.000 Rp286.856.000 Rp298.819.000 Rp287.143.000

Data di atas menunjukkan bahwa penurunan harga tidak terbatas pada satu merk saja; semua pemain utama menurunkan harga secara bersamaan, mencerminkan dinamika pasar yang lebih luas.

Faktor Penggerak Penurunan

Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan harga emas dunia yang naik tipis pada perdagangan Rabu, dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah. Dolar AS mengalami koreksi setelah sebelumnya menguat tajam, yang biasanya menurunkan daya beli emas bagi pemegang dolar. Namun, meski dolar melemah, sentimen risiko yang dipicu oleh konflik Iran‑AS dan insiden militer di Sri Lanka menambah permintaan safe‑haven, menahan penurunan harga emas global. Analis senior Zaner Metals, Peter Grant, mencatat bahwa “dolar mengalami koreksi sehingga memberikan dukungan bagi harga emas, namun volatilitas pasar masih tinggi.”

Dampak bagi Investor

Investor ritel yang membeli emas fisik melalui Pegadaian kini dapat memperoleh emas dengan harga lebih rendah, namun harus memperhatikan selisih antara harga jual dan buyback. Selisih buyback Antam 1 gram (Rp2.882.000) masih lebih tinggi daripada harga jual UBS 1 gram (Rp3.091.000), memberi ruang margin yang sempit bagi pedagang. Bagi yang menunggu penurunan lebih lanjut, tren turun ini dapat menjadi sinyal untuk menahan pembelian hingga pasar menemukan titik stabil.

Secara keseluruhan, harga emas di Pegadaian pada 5 Maret 2026 mencerminkan kombinasi faktor mikro (penyesuaian harga oleh masing‑masing produsen) dan makro (fluktuasi dolar, ketegangan geopolitik). Investor disarankan memantau perkembangan dolar AS, kebijakan moneter, serta perkembangan konflik internasional sebelum melakukan transaksi besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *