Project Seru Penuh Kejutan

Serangan Israel di Lebanon Ungkap Sikap Arogansi Terhadap Perdamaian: ICWA Mengkritik Kegagalan Kesepakatan Islamabad Accord

April 12, 2026 • 0 Views
Serangan Israel di Lebanon Ungkap Sikap Arogansi Terhadap Perdamaian: ICWA Mengkritik Kegagalan Kesepakatan Islamabad Accord
Serangan Israel di Lebanon Ungkap Sikap Arogansi Terhadap Perdamaian: ICWA Mengkritik Kegagalan Kesepakatan Islamabad Accord

PSPK – 12 April 2026 | Rangkaian serangan udara Israel di Beirut pada 8 April 2026 menegaskan kembali kegagalan upaya diplomatik yang tengah digalakkan di Pakistan. Operasi yang dinamakan “Eternal Darkness” menargetkan lebih dari seratus titik strategis, menewaskan ratusan warga sipil, dan sekaligus mengirimkan pesan tegas bahwa perdamaian yang dirintis dalam Islamabad Accord hanyalah ilusi bagi Tel Aviv.

Islamabad Accord, inisiatif ganda yang didorong oleh Pakistan dengan dukungan penuh China, bertujuan menciptakan jeda dua minggu untuk membuka jalur negosiasi permanen antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan ini muncul sebagai respons krisis energi global yang dipicu oleh konflik berlarut di Timur Tengah. Namun, di balik niat baik itu, muncul dinamika yang menimbulkan ketegangan antara Washington dan Jerusalem.

Latar Belakang Kesepakatan Islamabad Accord

Kesepakatan yang dirumuskan di ibu kota Islamabad berusaha menyeimbangkan kepentingan Amerika yang menginginkan stabilitas pasar energi, dengan keinginan Iran untuk menghindari serangan militer lebih lanjut. Pakistan, sebagai mediator, mengandalkan jaringan diplomatik yang rapuh namun didukung logistik China. Meskipun ada harapan bahwa jeda gencatan senjata dapat menurunkan tekanan ekonomi dunia, Israel menolak menganggapnya sebagai solusi sah.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa keamanan Israel bergantung pada kemampuan untuk menghancurkan apa yang ia sebut “Poros Perlawanan” di Lebanon. Dari perspektif Tel Aviv, Iran tetap menjadi ancaman eksistensial, terutama melalui jaringan proksi seperti Hezbollah. Oleh karena itu, setiap langkah diplomatik yang tidak melibatkan penurunan kapabilitas militer Iran dianggap sia‑sia.

Operasi Eternal Darkness: Serangan yang Menghentak Kesepakatan

Beberapa jam setelah Pakistan mengumumkan gencatan senjata, pesawat-pesawat tempur Israel meluncurkan serangan yang menargetkan infrastruktur militer dan sipil di Beirut. Lebih dari 254 korban jiwa dilaporkan, dengan kerusakan yang meluas pada jaringan listrik, rumah sakit, dan fasilitas pendidikan. Serangan ini tidak hanya memperparah penderitaan warga Lebanon, tetapi juga secara strategis menurunkan kredibilitas Iran di mata sekutu‑sekutunya.

ICWA (International Council for World Affairs) menilai aksi tersebut sebagai bukti nyata bahwa Israel menempatkan kepentingan militer di atas komitmen perdamaian yang telah dijajaki. Pernyataan resmi ICWA menyoroti bahwa serangan ini menyalahi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional serta mengancam kelangsungan negosiasi yang tengah berlangsung.

Dampak Ekonomi Global dan Regional

Kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh konflik berkelanjutan diperkirakan mencapai triliunan dolar AS. Harga minyak mentah terus melambung, memicu inflasi di banyak negara importir energi. Sektor logistik, transportasi, dan manufaktur merasakan dampak langsung dari ketidakpastian geopolitik. Di sisi lain, China sebagai mitra strategis Pakistan berupaya menstabilkan pasar melalui bantuan keuangan dan penawaran alternatif energi.

Ketegangan antara kebijakan transaksional Donald Trump yang mengedepankan model pragmatis “Venezuela” dan doktrin keras Netanyahu “Memotong Rumput” menciptakan jurang pemisah yang semakin lebar. Trump menekankan perlunya mengakhiri beban ekonomi perang, sementara Netanyahu menegaskan bahwa tanpa tindakan militer berkelanjutan, Iran tidak akan pernah berhenti memperluas jaringan proksinya.

Prospek Kedepan dan Penilaian ICWA

Jika Iran tetap melanjutkan perjanjian damai meski Hezbollah terus diserang, maka kredibilitas Tehran di mata sekutu regionalnya dapat menurun drastis. Sebaliknya, balasan militer Iran terhadap Israel berpotensi memicu runtuhnya Islamabad Accord, mengembalikan dunia ke fase konflik berskala penuh.

ICWA mengingatkan bahwa diplomasi tidak dapat dipertahankan melalui aksi militer yang bersifat provokatif. Organisasi tersebut menyerukan kepada komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan operasi militer di Lebanon dan mengembalikan fokus pada dialog damai yang telah disepakati. Tanpa tekanan kolektif, peluang bagi perdamaian yang berkelanjutan akan semakin tipis.

Situasi di Timur Tengah kini berada di persimpangan kritis. Satu langkah salah dapat menjerumuskan kawasan ke dalam spiral kekerasan yang tak berujung, sementara satu langkah diplomatik yang tepat berpotensi membuka jalan bagi stabilitas jangka panjang. Semua mata kini tertuju pada respons Amerika Serikat, Pakistan, dan sekutu‑sekutu regional lainnya terhadap aksi Israel yang semakin menantang komitmen perdamaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *